Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ganjar dan Risma Kompak Tolak Kapal Pesiar Viking Sun Berlabuh, Ini Alasannya

Kompas.com - 06/03/2020, 05:25 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Kapal Pesiar Viking Sun yang mengangkut sekitar 1.300 turis mancanegara ditolak berlabuh di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melalui surat edaran tertanggal 4 Maret 2020 bernomor 556/2675/436.7.19/2020 yang dikirim kepada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, menjelaskan alasannya membuat kebijakan itu.

Menurut dia, penolakan itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona di Surabaya.

Baca juga: Surabaya Akan Kedatangan Kapal Pesiar Viking Sun Angkut Turis Mancanegara, Risma: Kami Periksa Semua

Sebab, dari laporan yang diterimanya, ada dua penumpang yang berada di dalam kapal tersebut mengalami gejala virus corona, seperti demam, batuk, dan pilek.

Terlebih lagi, keduanya juga memiliki riwayat melakukan kunjungan di negara yang terjangkit Covid-19.

Dia mengatakan, untuk memastikan kondisi dari dua orang penumpang itu hanya bisa dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Namun, pemeriksaan itu sulit dilakukan karena waktu kunjung turis tersebut hanya 10 jam.

"Memperhatikan hal-hal tersebut di atas dan untuk meminimalisir potensi kontaminasi dari segala sumber terinfeksi serta demi melindungi warga Kota Surabaya, maka kapal pesiar Viking Sun beserta seluruh kru dan penumpang tidak diizinkan bersandar dan turun di Kota Surabaya," demikian isi pernyataan surat tersebut.

"Hal ini juga diberlakukan bagi kapal pesiar yang akan bersandar di pelabuhan Kota Surabaya yang berasal dan pernah singgah di negara terjangkit Covid-19," tulisnya.

Baca juga: Ditolak di Alor dan Lembata, Kapal Pesiar asal Australia Diterima di Ende

Tidak hanya Risma, hal serupa juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Menurut dia, jika penumpang di dalam kapal tersebut ada yang suspect corona, maka kapal dilarang untuk berlabuh di Semarang.

"Kalau ada yang suspect corona, jelas kapal tidak boleh merapat, seluruh penumpang harus dikarantina selama 14 hari sesuai SOP kita. Kalau tidak mau, silakan berlayar pulang ke tempat asal," kata Ganjar usai meninjau Gedung Balai Kesehatan Masyarakat di Tegal, Kamis (5/3/2020).

Meski demikian, Ganjar menyebutkan, untuk memastikan kondisi penumpang di dalam kapal itu, petugas medis dari KKP sedang melakukan pengecekan.

"Sudah dicek, KKP sudah bekerja dan mudah-mudahan hari ini ada hasilnya. Saya minta hasil pengecekan segera diserahkan kepada Wali Kota Semarang agar dirapatkan dan segera diambil keputusan," ujarnya.

Penulis : Kontributor Surabaya, Ghinan Salman | Editor : Robertus Belarminus, Teuku Muhammad Valdy Arief

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com