Polisi Kirim Sembako untuk Warga yang Terjebak Longsor di Tasikmalaya

Kompas.com - 05/03/2020, 14:24 WIB
Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto memimpin pemberian logistik secara langsung kepada ratusan warga terisolir akibat bencana longsor di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto memimpin pemberian logistik secara langsung kepada ratusan warga terisolir akibat bencana longsor di Desa Santanamekar Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/3/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Polres Tasikmalaya Kota, Jawa Barat, memasok sembilan bahan pokok (sembako) bagi ratusan warga yang terjebak bencana longsor di Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/3/2020).

Selama ini, akses jalan bagi desa itu belum normal sehingga menghambat distribusi kebutuhan pokok masyarakat setempat.

"Dampak longsor ini menyebabkan terputus jalur transportasi dan warga di desa ini terisolir. Distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat belum lancar," kata Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto kepada wartawan di lokasi longsor, Kamis siang.

Baca juga: Pencuri Memaksa Korbannya Berbuat Mesum, Polisi Ini Menyamar Jadi Wanita

Sebelumnya, sejak awal polisi telah mendata kebutuhan warga yang terjebak longsor tersebut.

Beberapa kebutuhan termasuk pelayanan kesehatan, seperti bagi ibu hamil dan warga yang membutuhkan pengobatan secara intensif.

"Kita sudah mendata dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat. Tapi, yang paling dibutuhkan warga di sini adalah makanan dan kebutuhan pokok lainnya," kata Anom.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meskipun akses ke perkampungan warga sudah bisa dilalui, menurut Anom, kondisinya belum lancar, karena masih ada alat berat yang membersihkan material longsor.

"Kalau untuk warga yang direlokasi belum ada. Namun, akses jalan belum normal, karena masih proses perbaikan dampak bencana," kata dia.

Baca juga: Video Viral Pasien Corona di RSUD Soekardjo Tasikmalaya Dipastikan Hoaks

Sebelumnya, Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letnan Kolonel Infanteri Imam Wicaksana menyebut, belum ada tanda-tanda korban tertimbun longsor di Desa Santanamekar, sampai Kamis pagi.

Waktu pencarian pun diperpanjang selama 7 hari ke depan menjadi 14 hari sejak evakuasi pertama dilakukan pada Jumat lalu.

Sebelumnya, material longsor sempat menutup akses jalan di daerah itu sepanjang 4 kilometer dengan tinggi sekitar 40 meter.

Baca juga: Anjing Pelacak K-9 Belum Temukan Korban, Waktu Evakuasi Longsor Tasikmalaya Diperpanjang

Namun, jalan telah dibuka menggunakan alat berat.

Polisi mendatangkan anjing pelacak K-9 dari Polda Jawa Barat untuk memudahkan pencarian keberadaan korban yang diduga tertimbun longsor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.