KILAS DAERAH

Kilas Daerah Semarang

Cegah Kepanikan karena Corona, Pemkot Semarang Sediakan Konsultasi Gratis

Kompas.com - 05/03/2020, 07:22 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait penyebaran virus corona. DOK. Humas Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait penyebaran virus corona.

KOMPAS.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang harus menstabilkan kondisi chaos terkait penyebaran virus corona di Indonesia.

“Penyebaran virus ini memang relatif cepat, bermula dari kota Wuhan yang kemudian menyebar ke negara-negara lain,” terangnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Untuk itu, dia pun mengimbau masyarakat agar tenang dan meningkatkan kewaspadaan tetapi tidak panik.

“Pemerintah dari pusat, provinsi, sampai kota berupaya mengantisipasi kekhawatiran yang ada di masyarakat," tambahnya.

Sebagai upaya untuk menjaga kondisi tetap kondusif, Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu pun menyediakan layanan konsultasi dokter gratis secara daring.

Baca juga: Usai Pulang Umrah, 5 Warga Semarang Diisolasi di RSUP Kariadi

Layanan tersebut berupa konsultasi kepada dokter yang ada di Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, telepon, dan aplikasi android.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk detailnya, masyarakat Kota Semarang cukup menghubungi nomor Whatsapp 081-129-00-132 langsung menanyakan terkait virus corona

Jika ingin menggunakan telepon, masyarakat cukup menelepon call center 1500-132 untuk berkonsultasi secara langsung.

Tak hanya itu, aplikasi android 'Konter Semarang' pun dapat diunduh di Google Play Store.

Baca juga: Polisi Tangkap Penimbun Masker dan Cairan Antiseptik di Semarang

Tersedianya layanan tersebut dirasa penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat dan tidak panik dalam menghadapi isu penyebaran virus corona.

Sosialisasi pola hidup sehat

Lebih lanjut, Hendi juga meminta bantuan kepada ratusan guru di Kota Semarang untuk dapat ikut menyosialisasikan pola hidup sehat di masyarakat.

"Mari bergerak bersama mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat,” ajaknya.

Dia pun mengimbau untuk menghindari kontak yang tidak perlu, rajin mencuci tangan setelah beraktivitas dan berinteraksi di luar.

Baca juga: Ini Upaya Pencegahan agar Tidak Mudah Tertular Virus Corona

"Sosialisasikan hal ini dalam setiap kesempatan. Jangan sampai warga panik, karena jika panik yang kemudian muncul bukanlah solusi melainkan kondisi kacau, seperti kemudian memborong masker berlebihan padahal belum tentu perlu,” ujarnya.

Menurutnya, keadaan seperti itu justru menguntungkan sekelompok kecil saja dan malah merugikan masyarakat luas.

“Tidak ada masker tidak masalah sepanjang kita sehat," terangnya, Rabu (4/3/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menyebutkan bahwa cara pencegahan bisa dilakukan dengan sejumlah upaya.

Baca juga: Wabah Corona: Pencegahan dan Deteksi bagi Masyarakat

"Misalnya tidak bersalaman, menghindari kontak fisik, cuci tangan pakai sabun, antiseptik atau alkohol setelah beraktifitas, serta tidak berinteraksi langsung dengan orang yang baru bepergian dari daerah endemis," tutur Hakam.

Saat ini, lanjutnya, Kota Semarang sendiri belum ditemukan adanya kasus pasien yang positif terinfeksi virus corona atau Copid-19.

Namun, Pemkot Semarang terus meningkatkan kewaspadaan dengan masif menyosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait virus corona dan bagaimana penyebaran serta pencegahannya.

Selain itu, Pemkot Semarang melalui Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUP) Dr.Kariadi.

Baca juga: RS Kariadi Semarang Sebut Suspect Corona yang Diisolasi Meninggal karena Flu Babi

Rumah sakit ini pun menjadi satu-satunya rumah sakit di Kota Semarang untuk melakukan penanganan jika ada pasien yang dicurigai terjangkit virus corona.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya