4 Kasus Hoaks Penculikan Anak di Jember, ODGJ Dipukuli hingga Wali Murid Dituduh Penculik

Kompas.com - 05/03/2020, 07:17 WIB
Ilustrasi penculikan anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi penculikan anak.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pertengahan Februari 2020 lalu, tiga anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikepung oleh warga Desa Sukowono, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Tiga anggota KPK yang menumpangi mobil dengan plat L tersebut dicurigai sebagai penculik anak oleh masyarakat setempat.

Saat itu di wilayah desa santer isi penculikan.

Mereka bertiga lalu dibawa ke Mapolsek Sukowono dan kemudian dievakuasi ke Mapolres Jember.

Bersama dengan Kepala Desa Sukowono, tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu perempuan diinterogasi.

Baca juga: Kronologi 3 Anggota KPK Dikepung Warga Desa di Jember karena Dikira Penculik

Saat dikonfirmasi, diketahui benar jika tiga orang tersebut adalah anggota KPK.

Kasatreskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qontason menjelas saat ini banyak berita hoaks yang beredar tentang penculikan anak di Jember.

Ia mencontohkan kasus yang terjadi di Kecamatan Bangsalsari dan Semboro. “Di Semboro dua hari yang lalu, sudah sangat tidak wajar, di media sosial dibilang dicuri pakai mobil, sedangkan di TKP kendaraan tidak masuk, sehingga kami anggap hoaks,” kata dia.

Jumbo berharap agar masyarakat tidak mudah membagikan berita meresahkan yang belum tentu kebenarannya.

“Jika ada berita itu, klarifikasi kebenaran, jangan asal share,” kata dia.

Baca juga: Info Penculikan Anak SD di Jember yang Viral Ternyata Salah Paham

Selain peristiwa pengepungan warga di Sukowono, berikut 4 kasus hoaks penculikan anak di Kabupaten Jember, Jawa Timur:

1. Perempuan gangguan mental disebut penculik anak

Warga Jember yang menyebarkan informasi hoax tentang penculikan anak diamankan polisi KOMPAS.com/Dokumentasi Polres Jember Warga Jember yang menyebarkan informasi hoax tentang penculikan anak diamankan polisi
RDA (29) diamankan polisi karena menyebarkan hoaks penculikan anak di media sosial Facebook.

Penyebaran hoaks tersebut berawal saat poisi menjemput seorang perempuan yang mengalami gangguan mental.

Saat penjemputan, RDA memotret dan mengunggah ke media sosial Facebook dengan tulisan, "Diduga penculikan anak di daerah Perum Arjasa Asri1, hati-hati lur."

Informasi tersebut viral dan menjadi perbincangan sehingga warga resah.

“Dia menyebarkan informasi hoax tentang penculikan anak pada Minggu (23/2/2020) kemarin,” kata Kapolsek Arjasa, AKP EKo Basuki melalui rilis yang diterima Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Seetelah diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi, RDA meminta maaf dihadapan forum musyawarah pimpinan Kecamatan Arjasa dan masyarakat atas perbuatannya.

Baca juga: Ditangkap karena Sebarkan Hoaks Penculikan Anak, Pria di Jember Minta Maaf

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X