Eks TNI yang Bunuh Sopir Grab dan Jual Mobilnya Terlilit Utang Rp 200 Juta

Kompas.com - 04/03/2020, 22:19 WIB
Kepolisian menggelar konferensi pers terkait pembunuhan sopir grab asal Kudus di Mapolres Jepara, Jateng, Rabu (4/3/2020) Dokumen Polres JeparaKepolisian menggelar konferensi pers terkait pembunuhan sopir grab asal Kudus di Mapolres Jepara, Jateng, Rabu (4/3/2020)

 

JEPARA, KOMPAS.com - DS (33), pelaku pembunuhan sopir grab asal Kudus, Tri Ardiyanto (40) mengaku terlilit utang Rp 200 juta sehingga berniat jahat untuk menguasai mobil Honda Jazz putih milik korban.

Sebelum pembunuhan itu terjadi, pelaku memang sudah beberapa kali memakai jasa korban.

 "Ya jadi motifnya itu. Pelaku memang sudah merencanakan pembunuhan itu, Pelaku mengaku terpaksa karena banyak utang," terang Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Yusi Andi Sukmana, saat Konferensi Pers di Mapolres Jepara, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Sebelum Bunuh Sopir Grab, Eks Anggota TNI Sempat Minta Aplikasi Korban Offline

Dijelaskan Yusi, usai merubah warna mobil Honda Jazz korban menjadi hitam, DS kemudian menjual mobil tersebut ke pasangan suami istri, TA dan DY, warga Sleman.

DS bisa menjual mobil itu melalui perantara HW.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam kasus ini, TA, DY dan HW dijerat pasal 480 KUHP dan ditetapkan sebagai tersangka penadah barang curian.

"Mobil dijual seharga Rp 25 juta dan baru dibayar Rp 7 juta," kata Yusi.

Untuk diketahui, satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus tewasnya sopir Grab, Tri Ardiyanto (40).

Baca juga: Salah Satu Pembunuh Sopir Grab Asal Kudus adalah Eks Anggota TNI

Sebelumnya, jasad warga Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jateng, itu ditemukan mengambang di Sungai Serang Welahan Drain (SWD) Dua, Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Jepara, Kamis (6/2/2020) pagi.  

Jasad laki-laki yang berprofesi sebagai sopir taksi online tersebut ditemukan penuh luka. Kedua kakinya bahkan diikat dengan tali yang telah diberi pemberat.

Berdasarkan pemeriksaan kepolisian, pelaku berinisial DS (33), warga Kecamatan Kaliwungu, Kudus tersebut diketahui merupakan eks anggota TNI.

DS mantan personil Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa, Salatiga yang desersi pada tahun 2007.

"Dalam putusan sidang pelaku desersi. Pelaku memiliki tiga orang anak. Pelaku menyesali atas perbuatannya," terang Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Yusi Andi Sukmana saat konferensi pers di Mapolres Jepara, Rabu (4/3/2020).

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X