Gara-gara Masalah Admin, 2 ASN di Manggarai Barat, NTT, Adu Jotos

Kompas.com - 04/03/2020, 18:11 WIB
Ilustrasi perkelahian Ilustrasi perkelahian

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Paul Jeramun dan Rian Gampar, dua ASN di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, terlibat adu jotos di ruang Kehumasan Kabupaten Mabar, Rabu (4/3/2020), sekitar pukul 11.30 Wita.

Diketahui Paul Jeramun saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi.

Sebelumnya dia merupakan Kepala Bagian Humas Protokol yang kini dijabat Rian.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula membenarkan perkelaian kedua anak buahnya itu.

"Saya sudah dengar karena ada yang melapor,” ungkap Bupati Dula, Rabu.

Menurut Dula, perkelahian dipicu karena admin publikasi Humas Mabar diduga masih dipegang Paulus Jeramun.

"Diduga Paul masih memegang admin Humas. Bagi saya ya, yang terpenting untuk kepentingan publikasi siapa saja yang pegang silakan asal untuk tujuan yang baik,” ujar Dula.

Dula mengaku dirinya mengaku tidak banyak tahu tentang dunia Informasi dan Telekomunikasi (IT).

"Saya tidak mengerti IT. Bahkan ada yang buatkan akun FB saya, tetapi saya sendiri tidak tahu operasinya. FB saya dibuat mantan kabag humas seizin dari saya,” ungkap Dula.

Atas kejadian itu Dula mengaku tidak akan memberikan sanksi kepada kedua anak buahnya itu.

"Saya akan panggil agar diselesaikan secara baik,” tutur Dula.

Baca juga: Dikira Penculik, 3 Anggota KPK Dikepung Warga Desa Sukowono, Jember

Kabag Humas Kabupaten Mabar Rian Gampar mengatakan, dirinya terpaksa mengambil tindakan itu agar masalah dapat diselesaikan. 

"Saya harus lakukan cara ini agar masalah ini selesai. Saya hanya mau menjaga saya punya tim dan saya tidak mau ada yang intervensi,” kata Rian kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu sore. 

Rian menegaskan, dirinya tidak mau mencari masalah dengan siapa pun.

Ia hanya ingin fokus menyelesaikan tugas publikasi kabupaten itu agar bisa dikenal lebih luas.

"Saya mau kerja baik agar Labuan Bajo ini semakin dikenal. Saya tidak akan memperpanjang masalah dan akan melakukan minta maaf,” katanya. 

Sementara, Paulus Jeramun menjelaskan, sejak dirinya tidak menjabat sebagai Kabag Humas, ia langsung menambahkan Rian Gampar sebagai salah satu admin publikasi Facebook dan group whattsapp.

Namun kata Paul, meski sudah menjadi admin, dirinya kembali memblokir mereka dari admin. 

"Kalau ada yang tidak komen atau hanya liat saja ya saya blokir. Dan mereka saya keluarkan dari admin. Tetapi saya tidak pernah manfaatkan group itu untuk kebutuhan pribadi,” kata Jeramun.

Baca juga: Kisah Abdullah, Kades Terpilih yang 10 Tahun Belum Dilantik, Cari Keadilan hingga Gubernur dan Bupati Berganti

Menurutnya, awal mula perkelahian sama sekali tidak direncanakan. Terjadi begitu saja saat ia melintasi depan Kantor Humas Mabar.

"Saya jalan depan Kantor Humas, tiba-tiba ada teriakan dan perkelahian terjadi begitu saja,” katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Pemuda Ini Tewas Tersambar Petir Saat Berada di Kebun

Regional
Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Jadi Misteri 7 Tahun, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Terungkap dari Motor Sport

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 3 Desember 2020

Regional
42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

42 Pasien Covid-19 Tanpa Gejala di Gunungkidul Jalani Isolasi Mandiri di Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Desember 2020

Regional
238 Mahasiswa yang Positif Covid-19 Dikarantina di Asrama, Poltrada Bali: Fasilitasnya Memadai

238 Mahasiswa yang Positif Covid-19 Dikarantina di Asrama, Poltrada Bali: Fasilitasnya Memadai

Regional
Melawan Saat Ditangkap, Tersangka Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Tersangka Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Desember 2020

Regional
Walkot Solo Usulkan Asrama Haji Donohudan Jadi Tempat Isolasi, Ganjar: Oke Saja Kalau Mau Dipakai

Walkot Solo Usulkan Asrama Haji Donohudan Jadi Tempat Isolasi, Ganjar: Oke Saja Kalau Mau Dipakai

Regional
Debat Cagub Sumbar, Nasrul Abit Tawarkan Ini untuk Pelayanan Publik

Debat Cagub Sumbar, Nasrul Abit Tawarkan Ini untuk Pelayanan Publik

Regional
Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak, Terungkap 7 tahun Kemudian, Dibunuh Kekasih karena Cemburu

Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak, Terungkap 7 tahun Kemudian, Dibunuh Kekasih karena Cemburu

Regional
14 Anggota KPPS Gunungkidul Terkonfirmasi Positif Covid-19

14 Anggota KPPS Gunungkidul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
27 Orang Sekampung di Blora Terpapar Covid-19, Diduga Transmisi Lokal

27 Orang Sekampung di Blora Terpapar Covid-19, Diduga Transmisi Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X