Cegah Corona, Daop 5 Purwokerto Sediakan Hand Sanitazer di Stasiun

Kompas.com - 04/03/2020, 16:22 WIB
PT KAI menyediakan cairan pembersih tangan untuk mencegah penyeberan virus corona di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.COM/DOK PT KAIPT KAI menyediakan cairan pembersih tangan untuk mencegah penyeberan virus corona di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - PT KAI Daop 5 Purwokerto, Jawa Tengah, menyediakan cairan pembersih tangan di sejumlah stasiun.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto mengatakan, langkah itu sebagai upaya untuk mengajak para pengguna jasa kereta api menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran virus Corona.

"Cairan antiseptik handsanitizer ini kami sediakan di beberapa titik di stasiun yang melayani naik-turun penumpang," kata Supriyanto kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Khofiifah: Call Center Disiapkan untuk Masyarakat Konsultasi Virus Corona

Cairan pembersih tangan, kata Supriyanto, akan disediakan di Satsiun Purwokerto, Kroya, Kebumen, Gombong, Kutoarjo, Cilacap, Sidareja, Maos, Prupuk, Slawi, Gandrungmangu dan Kutowinangun.

"Kami mengajak para pengguna kereta api untuk memanfaatkan layanan ini dengan bijak, dan tentunya tidak memindahkan botol handsanitizer dari tempatnya maupun memanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Sehingga penumpang yang lainnya juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut," ujar Supriyanto.

Selain di stasiun, kata Supriyanto, pihaknya juga menyediakan cairan pembersih tangan di lingkungan Kantor PT KAI.

"Kegiatan ini merupakan lanjutan dari berbagai upaya yang telah dilakukan PT KAI untuk mencegah penyebaran virus corona," kata Supriyanto.

Baca juga: Seorang Pasien RSPI Dipulangkan, Bukan Suspect Corona meski Baru dari China

Sebelumnya, Pemkab Banyumas mendirikan posko kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di Stasiun Purwokerto, Jawa Tengah.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, posko tersebut ditempatkan petugas dari Dinas Kesehatan Banyumas untuk mengecek suhu tubuh penumpang yang baru turun dari kereta api.

"Kami memasang petugas dinkes 24 jam di stasiun untuk mengecek seluruh penumpang dengan termometer infrared," kata Husein di Purwokerto.

Husein mengatakan, apabila ditemukan penumpang dengan suhu tubuh di atas rata-rata, maka akan diperiksa lebih lanjut. Pihaknya telah menyiapkan ruang khusus untuk pemeriksaan.

Manajer Humas Daop V Supriyanto menyampaikan, posko kesehatan didirikan mulai hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Kami bekerjasama dengan dinkes untuk antisipasi virus corona. Kami imbau penumpang yang kurang baik kesehatannya, misal sesak napas atau apa untuk melakukan pemeriksaan di posko," kata Supriyanto.

Menurut Supriyanto, selama ini banyak warga negara asing yang naik dan turun di Stasiun Purwokerto.

"Ada beberapa yang naik dan turun, tapi kita belum bisa memilah-milah asal mereka, terutama Sabtu dan Minggu banyak yang naik dan turun di stasiun," ujar Supriyanto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

[POPULER NUSANTARA] Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal | Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur

Regional
PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

PAN NTB Akan Pecat Kadernya yang Jadi Pelaku Pelecehan Anak Kandung

Regional
Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Cerita Arina Pangku Kotak Biru Berisi Vaksin Covid-19, Naik Kapal Penumpang Selama 4 Jam Menuju Pulau Aceh

Regional
Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Kisah Pilu Pengantin Baru yang Jadi Korban Longsor Malang, Menikah Sebulan Lalu, Tewas dan Ditemukan Pemulung

Regional
Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya SJ 182 yang Ditemukan Anak-anak Saat Bermain di Pantai Kis Hanya Menyisakan Rambut

Regional
Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Fenomena Angin Puting Beliung Berpusar di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Terjadi 15 Menit, Ini Penjelasan Ahli

Regional
Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Saat Istri Terkena Covid-19, Eks Anggota DPRD NTB Ini Lecehkan Anak Kandung

Regional
5 Fakta Sosok TS, Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Usai Divaksin, Ternyata Napi yang Tak Percaya Vaksinasi

5 Fakta Sosok TS, Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Usai Divaksin, Ternyata Napi yang Tak Percaya Vaksinasi

Regional
Darurat RS Pasien Covid-19, Bangsal ODGJ Jadi Ruang Isolasi, Gerbong Kereta Terpaksa Dipinjam

Darurat RS Pasien Covid-19, Bangsal ODGJ Jadi Ruang Isolasi, Gerbong Kereta Terpaksa Dipinjam

Regional
Gubernur Babel Kaget Perawat di Instalasi Karantina Covid-19 Didominasi Perempuan

Gubernur Babel Kaget Perawat di Instalasi Karantina Covid-19 Didominasi Perempuan

Regional
Anak Kandung Minta Uang Les Rp 1 Juta, Mantan Anggota DPRD NTB Ini Malah Melecehkannya

Anak Kandung Minta Uang Les Rp 1 Juta, Mantan Anggota DPRD NTB Ini Malah Melecehkannya

Regional
Pernyataan Terakhir Kristen Gray Sebelum Tinggalkan Indonesia: Maaf kalau Memang Bersalah

Pernyataan Terakhir Kristen Gray Sebelum Tinggalkan Indonesia: Maaf kalau Memang Bersalah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X