Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dinkes Kepri: 15 Warga Batam Dikarantina Terkait Virus Corona Dalam Kondisi Sehat

Kompas.com - 04/03/2020, 07:15 WIB
Hadi Maulana,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengaku dari 15 warga Batam yang dilakukan karantina terkait virus corona yang masing-masing di Asrama Haji BP Batam dan disalah satu rumah di Batam sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (3/3/2020) pagi kemarin berkurang.

Hal ini terjadi karena dua dari 15 orang tersebut, yakni Css yang merupakan asisten rumah tangga dan tukang ojeknya saat ini menjalani mediasi.

"Jadi yang dikarantina saat ini tinggal 13 orang, empat di rumah dan sembilan di asrama haji," kata Tjetjep melalui telepon, Selasa (3/3/2020) siang kemarin.

Baca juga: 15 Warga Dikarantina, Batam Waspada Virus Corona

Untuk empat orang yang di rumah, yakni P yang merupakan sopir beserta istri dan dua orang anaknya.

Sedangkan yang di asrama haji yang sebelumnya 11 orang, kini menjadi sembilan orang.

"Dua orang ini jika telah siap prosea mediasinya, akan kembali jalani masa karantina di asrama haji," jelasnya.

Baca juga: Diduga Ketularan Virus Corona dari WNA, 15 Warga Batam Dikarantina

 

Semua dalam kondisi sehat

Lebih jauh Tjetjep mengaku sampai saat ini ke 15 orang tersebut dalam kondisi sehat, tidak ada yang sakit seperti demam, batuk, sakit tenggorakan dan sesak nafas.

"Mudah-mudahan saja selama masa inkubasi, 15 orang ini tetap dalam kondisi yang sehat," jelasnya.

Tjetjep juga mengaku sampai saat ini pihaknya terus melakukan penelusuran terhadap perjalan VP, WNA Singapura yang positif corona selama berada di Batam.

Penelusuran ini juga dibantu dari keterangan Css dan P, yang merupakan orang terdekat dari keluarga VP.

Baca juga: Fakta Jejak WN Singapura Positif Corona, Rumah di Batam, 15 Warga Dikarantina Belum Tentu Corona

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com