Kasus Babi Mati di NTT, Ini Kata Peternak

Kompas.com - 03/03/2020, 21:12 WIB
Ilustrasi babi Ilustrasi babi

Karena itu, kata Melianus, imbasnya pada pengembalian dana PEM ini akan mandek.

"Karena itu saya secara pribadi dan warga yang terkena imbas langsung dari virus ini, kami mohon kepada pemerintah Kota Kupang agar memperhatikan masalah ini. Untuk dana PEM, bisa diperlonggar dan beri kesempatan lagi ke kami karena ternak babi habis dan tidak ada yang bisa dijual lagi," kata Melianus.

"Harapan kami, kalau bisa setelah wabah ini selesai, pemerintah bisa membantu kami dengan anakan babi agar kandang kami bisa terisi kembali," sambung Melianus.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 221 babi dari peternakan milik warga dilaporkan mati di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas Peternakan NTT Dany Suhadi mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab ratusan babi itu mati mendadak.

Baca juga: Dampak Virus Demam Babi Afrika, Peternak di Bali Terancam Kolaps

"Kalau ratusan babi yang mati di Kabupaten Belu itu sudah positif terkena virus African Swine Fever (ASF) atau virus flu babi. Tapi di Kota Kupang, penyebabnya belum diketahui pasti," kata Dany, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

Dinas Peternakan NTT telah mengirimkan sampel darah dan organ tubuh babi yang mati ke Laboratorium Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara.

Pengiriman organ tubuh babi itu, untuk mrncari tahu penyebab kematian ternak milik warga tersebut.

Dany pun meminta masyarakat membantu pemerintah untuk mencegah penularan virus itu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Regional
Kabar Baik, 120 Pasien Positif Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Kabar Baik, 120 Pasien Positif Corona di Kalsel Sembuh dalam Sehari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X