Jelang Pilkada 2020, ASN Diimbau Tak Terlibat Kegiatan Politik

Kompas.com - 02/03/2020, 16:40 WIB
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comIlustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN)

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menekankan kepada ASN untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik menjelang Pilkada Serentak 2020.

"Kalau (ASN) mau maju jadi kepala daerah ya sudah. Kalau memang masih ASN, pertama ada ketentuan lapor kepada atasan. Kedua, mudur saja dari ASN," tegas Komisioner Komisi ASN Arie Budhiman kepada wartawan di Kabupaten Sukoharjo, Senin (2/3/2020).

Baca juga: Menag: ASN Kemenag Banyak, Kalau Satu Dua KKN Tak Ada Artinya

Menurut Arie, ASN ebagai kaum intelektual dan pembangunan memang harus fokus terhadap tugas yang diemban.

"Jadi, dalam konteksnya Pilkada ya udah tidak usah neko-neko (macam-macam). ASN itu memang fokus (tugas yang diemban)," kata Arie.

Selain dilindungi dengan perundang-undangan, kata Arie, terdapat aturan main yang harus dipatuhi oleh ASN.

Misalnya, ASN yang bersangkutan memang berkeinginan masuk kepada wilayah politik atau partai politik (parpol).

"Ini adalah forum di mana kami memang sebagai penjaga netralitas itu mencoba untuk menyosialisasikan dan mengingatkan kembali kepada ASN di Sukoharjo agar meraka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik," imbuh dia.

Baca juga: Bawaslu Tangsel Panggil Anak Wapres Maruf Amin Terkait Status ASN di Kemenag

Arie menambahkan, apabila ada keinginan ASN untuk berpolitik harus ditempuh sesuai prosedur mekanisme dan aturan yang ada dalam perundang-undangan tentang ASN.

"Tidak malah mencari-cari dalih untuk pembenaran peraturan perundang-undangan yang sudah ada. Jadi, setop untuk berpihak dan jangan pernah lagi untuk mencoba-coba," terang Arie.

Sekda Kabupaten Sukoharjo Agus Santoso mengatakan, rapat koordinasi stakeholder Aparatur Sipil Negara atau Organisasi Perangkat Daerah bertujuan memberikan pemahaman kepada ASN tentang netralitas dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020.

"Supaya ASN ketika ada kejelasan mereka tidak ragu untuk melangkah. Istilahnya ini benar atau tidak, ini salah atau tidak semua orang menafsirkan sendiri. Tadi sudah ada penegasan. Kan harus menghubungkan antara sanksi, proses itu harus satu rangkaian," kata dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Regional
Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Regional
Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Regional
Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Regional
Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

532 Perusahaan Pariwisata Tutup akibat Pandemi, Puluhan Ribu Pekerja Dirumahkan

Regional
Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Geledah Rumah Kontrakan di Sleman, Densus 88 Sita CPU dan Flashdisk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X