Pertokoan Jompo Jember Ambruk, Bupati Tetapkan Status Kebencanaan

Kompas.com - 02/03/2020, 14:00 WIB
Kompleks pertokoan Jompo yang ambruk di Kabupaten Jember. DPRD Jember sudah mengingatkan, namun belum ada tindakan serius KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADIKompleks pertokoan Jompo yang ambruk di Kabupaten Jember. DPRD Jember sudah mengingatkan, namun belum ada tindakan serius

JEMBER, KOMPAS.com – Pemkab Jember menetapkan ambruknya pertokoan Jompo di Jalan Sultang Agung sebagai kasus kebencanaan, Senin (2/3/2020).

Bupati Jember Faida mengatakan, status tersebut ditetapkan setelah pihaknya menggelar rapat bersama Forkopimda dan mengambil langkah kebencanaan untuk mengatasinya.

Faida menetapkan status bencana selama 14 hari. Namun, status tersebut bisa diperpanjang.

“Kami sudah rapat bersama Forkopimda dan seluruh yang terkait. Kami ambil jalur bukan langkah standar, tapi langkah kebencanaan,” kata Faida saat konferensi pers di Pendopo, Senin. 

Baca juga: Ini Penampakan Kompleks Ruko Jompo di Jember yang Ambruk

Menurut dia, dengan penetapan status bencana, maka tak perlu dipermasalahkan amblasnya pertokoan tersebut kewenangan siapa.

Sebab, bangunan itu memang milik Pemerintah Kabupaten Jember yang dibangun pada tahun 1976.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan sungai di bawahnya merupakan kewenangan Provinsi Jawa Timur. Sedangkan jalannya kewenangan pusat. 


Faida mengaku sudah mengumpulkan pedagang, baik yang setuju atau tidak bangunan itu dirobohkan.

Sebagian besar dari mereka sudah dievakuasi. Hanya tinggal tiga toko yang saat ini proses untuk dikosongkan.

“Karena status kebencanaan, maka polemik apakah bangunan ini milik pemkab atau sebagian milik warga yang sudah membeli, kami lepaskan dari urusan kebencanaan,” papar dia

Pemkab Jember juga sudah menganggarkan dana untuk merobohkan pertokoan tersebut pada tahun 2020.

 

“Namun, tidak mudah karena kalau dirobohkan ke arah sungai beresiko banjir. Kalau dirobohkan ke jalan raya, maka menutup jalan utama,” papar dia.

Baca juga: Pemkab Jember Sudah Diingatkan soal Potensi Amblesnya Pertokoan Jompo

Untuk itu, pihaknya bersama Polres Jember mengalihkan jalan dan menutup sementara Jalan Sultan Agung.

“Supaya kami bisa bersama sama merobohkan bangunan ruko sampai yang ke 31 yang memang sudah rawan,” ucap Faida.

Sebelumya, pertokoan yang dibangun di atas sepadan sungai Jembatan Jompo di Jalan Sultan Agung Lingkungan Jompo Kecamatan Kaliwates ambruk pada Senin subuh.

Tak ada jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terdata ada sembilan toko yang ambruk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X