Mendagri Siapkan Pemadam Kebakaran Jadi Dinas Sendiri

Kompas.com - 02/03/2020, 12:31 WIB
Menteri Dalam Negri Tito Karnavian di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/3/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOMenteri Dalam Negri Tito Karnavian di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/3/2020)

 

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian menyebut pihaknya sedang mempersiapkan pemadam kebakaran menjadi lembaga tersendiri.

Harapannya, dengan adanya lembaga sendiri ini bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Salah satu upaya memperkuat korps ini adalah kalau dia diperkuat regulasi, kelembagaan, prasarana, sumberdaya manusia, dan anggarannya," kata Tito seusai mengikuti upacara peringatan 101 tahun Damkar yang dipusatkan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Pesan dan Apresiasi Anies untuk Petugas Pemadam Kebakaran....

Untuk itu, Mendagri mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan peraturan menteri terkait pembentukan Dinas Kebakaran.

Pedoman nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten sedang digodok di Kementerian Hukum dan HAM yang segera disahkan. 

"Saya sudah keluarkan peraturan menteri mengenai itu. Saya mohon kepada kepala daerah bisa membuatkan dinas tersendiri agar (korps Pemadam Kebakaran) kuat, dan bisa berfungsi tidak hanya sekadar pemadam kebakaran, tapi penyelamatan termasuk hal-hal yang kecil," kata Tito. 

"(Targetnya) satu tahun setelah diundangkan," ucap mantan Kapolri itu. 

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mendukung adanya Dinas Kebakaran. Dia mencontohkan, di Bantul setiap tahun angka kebakaran semakin meningkat.

Rata-rata terjadi 100 kali kebakaran setiap tahun.

Bahkan, di tahun 2019 dengan kemarau yang cukup panjang terjadi lebih dari 200 kali kebakaran. 

Baca juga: Di Forum Wali Kota Perempuan, Risma Pamer Punya Kepala Dinas Kebakaran Perempuan

Untuk itu, jika ke depan sudah ada Dinas Kebakaran diharapkan bisa menanggulangi dengan cepat.

Saat ini, di Bantul ada 7 pos pemadam kebakaran termasuk di pos induk yakni kantor BPBD Bantul. 

Dwi menyebut, idealnya ada 17 lokasi pos pemadam atau ada 1 di masing-masing kecamatan.

Hal ini untuk standar pelayanan minimal merespon jika terjadi kebakaran yakni 15 menit.

Selain itu, topografi wilayah Bantul berbeda-beda seperti pegunungan dan jalanan sempit. Itu sebabnya, sebaiknya setiap kecamatan memiliki pos damkar.

"Bantul sangat pas karena tren kejadian kebakaran setiap tahun meningkat, Salah satunya pembentukan Dinas Kebakaran," kata Dwi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Hujan Abu Gunung Merapi, Warga di Boyolali Kesulitan Cari Pakan Ternak

Usai Hujan Abu Gunung Merapi, Warga di Boyolali Kesulitan Cari Pakan Ternak

Regional
Seorang Pria Menyerang Polisi dengan Katana di Aceh Utara

Seorang Pria Menyerang Polisi dengan Katana di Aceh Utara

Regional
Ganjar Pakai Baju Adat Riau Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Ganjar Pakai Baju Adat Riau Saat Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Regional
Pengakuan Dewangga Beli 1.000 Butir Pil Koplo dari Uang Bansos Prakerja

Pengakuan Dewangga Beli 1.000 Butir Pil Koplo dari Uang Bansos Prakerja

Regional
Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, James Arthur: Partai Belum Minta Klarifikasi Saya

Dicopot dari Jabatan Ketua Harian DPD I Golkar, James Arthur: Partai Belum Minta Klarifikasi Saya

Regional
ABG Dicabuli Kenalan Facebook, Modus Pelaku Janji Menikahi, Korban Diancam

ABG Dicabuli Kenalan Facebook, Modus Pelaku Janji Menikahi, Korban Diancam

Regional
6.560 Dosis Vaksin Dikirim ke Kabupaten Batanghari dan Tanjab Timur

6.560 Dosis Vaksin Dikirim ke Kabupaten Batanghari dan Tanjab Timur

Regional
Bocah 14 Tahun Pembunuh Pegawai Bank Divonis 7 Tahun 6 Bulan

Bocah 14 Tahun Pembunuh Pegawai Bank Divonis 7 Tahun 6 Bulan

Regional
Vaksin Covid-19 Tiba di Indramayu, Lucky Hakim Siap Jadi Influencer

Vaksin Covid-19 Tiba di Indramayu, Lucky Hakim Siap Jadi Influencer

Regional
Vaksinasi Dimulai, Kota Malang Kekurangan 14.800 Dosis

Vaksinasi Dimulai, Kota Malang Kekurangan 14.800 Dosis

Regional
Sri Sultan Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Selesai Akhir Februari 2021

Sri Sultan Targetkan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama Selesai Akhir Februari 2021

Regional
Usai Curi Uang Rp 16 Juta, Pegawai Bakar Minimarket demi Hilangkan Jejak

Usai Curi Uang Rp 16 Juta, Pegawai Bakar Minimarket demi Hilangkan Jejak

Regional
Belum Gajian Hampir Sebulan, ASN Jember: Kami Cuma Berharap-harap....

Belum Gajian Hampir Sebulan, ASN Jember: Kami Cuma Berharap-harap....

Regional
Kasus Warga Serang Mapolsek, Polda Sumbar Periksa Polisi yang Tewaskan DPO Judi

Kasus Warga Serang Mapolsek, Polda Sumbar Periksa Polisi yang Tewaskan DPO Judi

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Banyumas di Bulan Januari Menurun, tapi...

Kasus Baru Covid-19 di Banyumas di Bulan Januari Menurun, tapi...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X