Kompas.com - 29/02/2020, 13:01 WIB
KapolrestaJayapura Kota AKBP Gustav Urbinas sedang menanyai AKD yang merupakan tersangka pembunuhan yang disertai pemerkosaan dan pencurian, Jayapura, Papua, Sabtu (29/02/2020) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKapolrestaJayapura Kota AKBP Gustav Urbinas sedang menanyai AKD yang merupakan tersangka pembunuhan yang disertai pemerkosaan dan pencurian, Jayapura, Papua, Sabtu (29/02/2020)

KOMPAS.com- Seorang perempuan di Jayapura berinisial RP (38) ditemukan dalam keadaan tewas membusuk di rumahnya pada Rabu (26/2/2020).

Setelah diselidiki, RP tak hanya dibunuh. Ia juga merupakan korban pemerkosaan dan perampokan.

Pelaku rupanya seorang pelajar SMK berinisial AKD (16).

Kronologi

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinas menerangkan, awalnya pelajar kelas XI SMK di Jayapura tersebut hanya berniat mencuri.

AKD mengendap-endap serta menyelinap masuk ke dalam rumah RP pada Minggu (23/2/2020).

AKD kemudian mengambil sebuah ponsel. Saat itulah, RP bangun dan melihat tersangka.

RP sontak berteriak. Teriakan RP membuat AKD panik dan mendatangi RP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia pun kemudian memperkosa RP.

"Sepengetahuan tersangka korban masih hidup, tapi mungkin saat dicekik dan diperkosa korban sudah meninggal. Dari hasil otopsi korban meninggal karena ditutupnya saluran pernapasan," tutur Gustav.

Baca juga: Berniat Kelabui Polisi, Budi Masukkan Mayat Anaknya Sedalam 2 Meter ke Gorong-gorong

 

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.
Ditemukan membusuk

Gustav mengatakan, penemuan jenazah RP berawal dari kecurigaan rekan sekantor RP.

"Korban tidak masuk kantor selama tiga hari, kemudian dicek oleh kerabat dan rekan kerja," katanya.

Saat mendatangi rumah RP, pintu dalam keadaan terkunci. Sedangkan dari dalam kamar tercium bau busuk menyengat.

"Karena pintu dikunci maka rekan korban mendobrak pintu," tutur dia.

Rekannya terkejut saat mendapati mayat RP setelah ia mendobrak pintu.

Kejadian itu dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Wanita Pemandu Karaoke Tewas Dibekap Selimut, 11 Saksi Termasuk Pemilik Indekos Diperiksa

Pelaku diringkus

Ilustrasithawornnurak Ilustrasi
Dua hari setelah penemuan mayat, polisi meringkus AKD di sekolahnya, Jumat (28/2/2020).

AKD diketahui juga tinggal tak jauh dari rumah RP.

Polisi menyita barang bukti satu unit ponsel, celana pendek, baju bali, bra dan selimut.

Pelaku dijerat Pasal 339 KUHP sub Pasal 338 KUHP dan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor : David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.