Bom Ikan Rakitan Meledak di Dapur, Nelayan Ini Kehilangan Jari Tangan

Kompas.com - 29/02/2020, 11:56 WIB
Nelayan bernama Dadi (49), dilarikan ke RSUD Polewali Mandar akibat bom ikan rakitannya meledak di dapur, Jumat (28/2/2020). Ia kehilangan semua jari tangannya. KOMPAS.com/JUNAEDINelayan bernama Dadi (49), dilarikan ke RSUD Polewali Mandar akibat bom ikan rakitannya meledak di dapur, Jumat (28/2/2020). Ia kehilangan semua jari tangannya.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Sebuah bom ikan yang diduga sedang dirakit meledak di Pulau Battoa, kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulasewi Barat pada Jumat (28/2/2020).

Nelayan yang diduga merakitnya kehilangan semua jemarinya, dan saat ini dirawat di RSUD setempat.

Pjs Wakapolres Polewali Mandar Kompol H Idhan mengatakan, pihaknya menduga nelayan bernama Dadi (49) sedang merakit bom ikan saat kejadian.

Baca juga: Polisi Gerebek Gudang Pembuatan Bom Ikan di Kalbar

Akibatnya, selain jemari tangannya hancur dan harus diamputasi, ruangan dan atap dapur rumah Dadi juga hancur.

Hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah bahan untuk bahan pembuatan bom ikan.

Yakni puluhan bungkus korek api, botok plastik dan satu buah benda diduga sumbu bom. Semua barang bukti termasuk jemari korban kemudian diamankan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menduga pelaku tengah merakit bom ikan untuk digunakan di perairan Polewali Mandar, namun naas bom ditangannya meledak dan melukai dirinya sendiri, termasuk merusak atap rumah dapur miliknya," ujar H Idhan, Jumat.

Baca juga: Miliki 2 Botol Bom Ikan, Warga Sikka NTT Ditangkap Polisi

 

Bantah rakit bom ikan

Menurut keterangan polisi, Dadi sendiri ternyata pernah ditahan polisi dengan kasus kepemilikan bom ikan. Ia juga sempat masuk DPO polisi.

Polisi sendiri masih melanjutkan penyisiran di perkampungan yang diduga masih terdapat beberapa bom ikan yang disembunyikan pelaku dan nelayan lainnya.

Sementara Dadi saat ditemui di RSUD Polewali Mandar membantah sedang merakit bom ikan.

Menurutnya, ia awalnya menemukan bungkusan plastik hitam dekat perahunya, lalu dibawa pulang.

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Pelaku Bom Ikan Adu Jotos dengan Anggota TNI

Di rumah, bungkusan itu diketuk dua kali namun kemudian meledak.

“Saya temukan kantongan hitam isinya benda keras, karena saya penasaran saya lalu memukulnya dua kali hingga terjadi ledakan,” katanya.

Sementara istri Dadi yang mengetahui kejadian ini mengaku tak tahu menahu jika yang dibuat suaminya adalah bom ikan.

Ia baru kaget setelah terjadi ledakan keras dan melukai suaminya dan merusak dapurnya.

Baca juga: Simpan 29 Bom Ikan, Dosen IPB Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X