Hampir Menangis, Yusrinda dan 52 Orang Rombongan Keluarganya Gagal Umrah Gara-gara Corona

Kompas.com - 28/02/2020, 23:07 WIB
Yusrinda (58) berkaca-kaca saat mengetahui keberangkatannya untuk umrah pada Minggu (1/3/2020) tertunda lantaran ada larangan masuk warga asing ke Arab Saudi oleh pemerintah Arab Saudi. KOMPAS.COM/DEWANTOROYusrinda (58) berkaca-kaca saat mengetahui keberangkatannya untuk umrah pada Minggu (1/3/2020) tertunda lantaran ada larangan masuk warga asing ke Arab Saudi oleh pemerintah Arab Saudi.

MEDAN, KOMPAS.com - Mata Yusrinda berkaca-kaca karena sedih belum bisa berangkat umrah yang jadwal keberangkatannya pada Minggu (1/3/2020).

Padahal, dia sudah meninggalkan rumahnya di Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) sejak 20 hari yang lalu untuk berangkat bersama rombongan keluarga sebanyak 53 orang.

Kepada wartawan yang menemuinya di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, pada Jumat (28/2/2020), dia mengaku, saat dia berangkat dari rumahnya di Payakumbuh itu, dia diantar dan diiringi dengan acara tepung tawar oleh keluarga di sana.

Menurutnya, keberangkatan umrah sudah sangat diinginkannya sejak lama dan keinginan itu pun bersambut dengan ajakan berangkat dari abang kandungnya, Asnir Hasyim yang akan berangkat secara rombongan.

Baca juga: Cerita 35 Jemaah Umrah Asal Palembang, Pesawatnya Sempat Ditolak Mendarat di Jeddah

 

Totalnya, sebanyak 53 orang. "Saya belum pernah umrah sebelumnya. Ini nanti yang pertama kali,. tapi ternyata harus ditunda dulu," katanya

Asnir Hasyim (69) mengatakan, jika tanggal 1 Maret nanti jadi berangkat, maka itu adalah umrahnya yang ketiga.

Menurutnya, Nabi melakukan umrah sebanyak 4 kali dan haji 1 kali. Namun rencana keberangkatan umrah untuk yang ketiga kali harus ditunda dulu.

Baca juga: Arab Saudi Setop Umrah, 1.685 Jemaah Dipulangkan ke Tanah Air

Memaklumi bukan kesalahan pihak travel

Menurutnya, penundaan keberangkatan mereka untuk umrah tanpa ada kepastian berapa lama ditunda bukan kesalahan travel, melainkan kebijakan dari Arab Saudi.

Dia berharap agar kebijakan itu berubah karena persiapan orang untuk berangkat umrah tidak sedikit.

"Saya di Medan ini. Tapi berasal dari Sumatera Barat. Rencananya berangkat tanggal 1 Maret, kami rombongan ada 53 orang dari keluarga dekat 23 orang, itu ada anak, menantu, ipar sampai cucu kembar perempuan juga ikut," katanya.

Baca juga: Penangguhan Umrah oleh Arab Saudi, Nasib 1.000 Calon Jemaah Asal Medan Tidak jelas, Walau Sudah Kantongi Visa

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Regional
Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Regional
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X