Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Kompas.com - 28/02/2020, 20:15 WIB
Waridin (85) dan Tuwiyem (60) menjadi pasangan tertua yang mengikuti nikah massal bertajuk Banyumas Mantu di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINWaridin (85) dan Tuwiyem (60) menjadi pasangan tertua yang mengikuti nikah massal bertajuk Banyumas Mantu di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Dalam rangka peringatan hari jadi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah menggelar nikah massal yang bertajuk Banyumas Mantu, Jumat (28/2/2020).

Kegiatan yang digelar di Pendapa Sipanji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas itu diikuti sedikitnya 143 pasang pengantin.

Pengantin paling muda berusia 19 tahun dan yang paling tua berusia 85 tahun.

Layaknya pesta pernikahan pada umumnya, para pasangan pengantin menggunakan pakaian tradisional jawa.

Baca juga: Saat 6.000 Pengantin Nikah Massal di Tengah Maraknya Virus Corona...

Selepas sidang isbat di pendapa, mereka diarak menuju Rita Mall yang berjarak sekitar 100 meter untuk menikmati hiburan.

Waridin (85), warga Desa Watugung, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas yang menjadi pengantin tertua mengaku sangat bahagia.

Waridin dan pasangannya Tuwiyem (60) akhirnya kini memiliki buku nikah.

"Dulu dinikahkan oleh lebe (perangkat desa zaman dahulu), buku nikah belum diambil, tapi lebenya sudah meninggal," kata Waridin yang didampingi Tuwiyem seusai nikah massal di halaman Pendapa Sipanji, Jumat.

Baca juga: Pasangan Tertua Nikah Massal Pemprov DKI Dapat Hadiah Umrah

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain 'Lockdown' Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

TKI Berpotensi Menumpuk di Kepri jika Daerah Lain "Lockdown" Lokal, Gubernur: Pak Menteri Kami Mohon Solusi

Regional
Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Cegah Penyebaran Corona, 19 Pintu Masuk ke Surabaya Dipekerkat

Regional
Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Ini Kriteria Kendaraan yang Boleh Masuk ke Surabaya Saat Karantina Wilayah Diterapkan

Regional
Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Di-screening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Regional
Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Regional
Fakta Sembuhnya Pasien Corona di Solo, Gejala Selalu Kehausan dan Rutin Konsumsi Empon-empon

Fakta Sembuhnya Pasien Corona di Solo, Gejala Selalu Kehausan dan Rutin Konsumsi Empon-empon

Regional
Kepala Daerah Potong Gaji Bantu Warga Korban Wabah Corona, Siapa Saja?

Kepala Daerah Potong Gaji Bantu Warga Korban Wabah Corona, Siapa Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X