Kompas.com - 27/02/2020, 19:23 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosidi saat menemui wartawan di Mapolres Sleman KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKetua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosidi saat menemui wartawan di Mapolres Sleman

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosidi mengaku menangis saat berbincang dengan ketiga orang tersangka peristiwa susur sungai Sempor.

Unifah menangis karena bangga dengan sikap ketiga orang tersangka yang gentleman menghadapi proses hukum.

"Saya menangis karena bangga dengan tiga orang itu. Mereka sangat gentleman," ujar Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosidi saat ditemui, Kompas.com di Polres Sleman, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Guru Tersangka Susur Sungai Sleman: Kami Baik-baik Saja

Unifah menyampaikan mereka sebagai pembina mempunyai tanggung jawab yang besar. Kejadian di Sungai Sempor tidak pernah mereka bayangkan.

Namun, atas kejadian tersebut, mereka siap bertanggungjawab. Mereka juga sangat memahami perasaan orang tua dan keluarga korban.

"Melalui kesempatan ini dengan segala kekurangan kami juga mohon dimaafkan pada orang tua korban," ucapnya.

Ketiganya, lanjutnya, mengatakan akan menebus kesalahanya dan menolak tawaran pengajuan pemangguhan penahanan. Mereka menolak sebagai bentuk rasa tanggungjawab.

Selain itu juga sebagai rasa empati ketiganya kepada orang tua dan keluarga korban peristiwa susur sungai.

Menurutnya apa yang ditunjukan oleh ketiganya merupakan sikap seorang guru sejati. Sikap kesatria dan sikap bertanggungjawab ketiganya itu jarang dimiliki.

"Rasa bersalah itulah bedanya kalau guru. Sampai Ibu menangis, sedih , haru dan bangga," ungkapnya.

Baca juga: Kisah Mbah Diro Gendong Siswa dan Nyaris Terbawa Arus Saat Selamatkan Puluhan Korban Susur Sungai

Menurutnya, pihaknya tidak jadi mengajukan penangguhan penahanan setelah mendengar keputusan ketiganya. Namun PB PGRI tetap akan melakukan pendampingan hukum.

"Kami mendampingi hukum penuh dan mereka mengerti. Mereka kan tidak pernah terbayangkan bahwa kami akan datang mendampingi penuh," tuturnya.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam peristiwa susur sungai Sempor.

Ketiga tersangka, yakni IYA yang merupakan guru olah raga SMP Negeri 1 Turi, R yang merupakan guru seni budaya SMP Negeri 1 Turi, dan DDS tenaga bantu pembina Pramuka dari luar sekolah SMP Negeri 1 Turi.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 359 karena kelalian menyebabkan orang lain meninggal dunia. Selain itu juga Pasal 360 karena kelalian menyebabkan orang lain luka-luka.

Ancamannya hukuman maksimal 5 tahun.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Unifah Rosidi dan Ketua LKBH PB PGRI Ahmad Wahyudi Kamis (27/02/2020) mengunjungi Mapolres Sleman. Kedatanganya ini untuk menjenguk ketiga tersangka peristiwa susur Sungai Sempor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X