Korban Banjir di Subang Dapat Bantuan Rp 750 Juta dari Dana Darurat Jabar

Kompas.com - 27/02/2020, 17:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan dana Rp 750 juta untuk korban bencana banjir di Kabupaten Subang. Bantuan itu ia serahkan langsung kepada Bupati Subang, Ruhimat di sela tinjauannya ke Kecamatan Pamanukan, Kamis (27/2/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan dana Rp 750 juta untuk korban bencana banjir di Kabupaten Subang. Bantuan itu ia serahkan langsung kepada Bupati Subang, Ruhimat di sela tinjauannya ke Kecamatan Pamanukan, Kamis (27/2/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan bantuan dana Rp 750 juta untuk korban bencana banjir di Kabupaten Subang.

Bantuan itu ia serahkan langsung kepada Bupati Subang, Ruhimat di sela tinjauannya ke Kecamatan Pamanukan, Kamis (27/2/2020).

"Hari ini saya akan merumuskan tindakan cepat tanggap darurat ada bantuan buat Subang Rp 750 juta kita arahkan bupati arahkan untuk kepentingan darurat dan tempat lainnya," kata Emil, sapaan akrabnya.

Emil meninjau banjir setelah membatalkan sekitar 20 agenda temu bisnis di Turki dan Ajerbaizan.

"Saya juga baru mendarat tadi pagi, memang secara fisik saya sedang dinas di luar ada 20 agenda di Australia setengahnya saya batalkan tidak jadi ke dua negara ke Turki dan Ajerbaizan. Karena situasi sedang membutuhkan," ungkapnya.

Baca juga: Batalkan Kunjungan Bisnis di Turki, Ridwan Kamil Akan Tinjau Banjir di Subang, Wagub Uu ke Bekasi

Emil pun meminta pemerintah daerah terdampak banjir melakukan tindakan preventif. Di saat bersamaan, ia pun terus berkoordinasi dengan Kementrian PUPR memastikan semua program penanganan banjir terus dikerjakan.

"Dengan Kementrian PUPR kita kompak, semua proyek di Jabar itu media boleh cek sedang dikerjakan. Tapi sambil dikerjakan proses hujan datang berlangsung bersamaan. Jadi gak bisa dihindari. Tapi pesannya kita semua sedang bekerja tidak ada yang diam hanya butuh proses waktu," paparnya.

Untuk wilayah Subang, kata Emil, pendangkalan sungai jadi sebab utama banjir. Karena itu, proses normalisasi masih terus dilakukan oleh Kementrian PUPR.

"Jadi salah satu yang paling besar sudah disepakati normalisasi karena pendangkalan ini pangkal masalah di Pantura khususnya Subang. Hanya urusan sungai bukan kewenangan pemerintah daerah, tapi kewenangan Kementrian PUPR lewat BBWS. Jadi makanya kita akan terus upayakan, walaupun wilayahnya di kita tapi proses lainnya harus dikoordinasikan karena dalam tata kelola negeri ini air sungai dikelola BBWS PUPR," jelasnya. 

Baca juga: Sungai Meluap, 8 Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 11.292 Jiwa Mengungsi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Regional
Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Regional
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Regional
Lagi, Pasien PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Lagi, Pasien PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X