Curhat Warga Jabar di Daegu Korsel, Minta Ridwan Kamil Kirim Masker

Kompas.com - 27/02/2020, 16:28 WIB
Jalan yang sepi di Daegu, Korea Selatan karena isolasi wabah virus corona EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT YONHAPJalan yang sepi di Daegu, Korea Selatan karena isolasi wabah virus corona EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT

BANDUNG, KOMPAS.com - Nathasya Dewi Fortuna (23), seorang warga Bekasi, Jawa Barat menceritakan kondisi terkini di Daegu, Korea Selatan yang mulai minim aktivitas setelah wabah virus corona merambat ke Negeri Gingseng.

Nathasya berkisah, saat ini kondisi di Daegu kian memprihatinkan dengan jumlah korban corona yang terus bertambah tiap harinya. Meski belum ada pembatasan aktivitas di luar rumah, suasana di Daegu sangat sepi.

"Kondisi terkini Daegu makin memprihatinkan yaa mas, soalnya yang kena virus corona semakin banyak. Sekarang saja di daegu nya doang udah tembus 1000 orang lebih. Cuma belom di lockdown sih Daegu. Kondisinya juga udah mulai sepi banget di sini, tapi bukan berarti kota mati banget, soalnya masih ada beberapa orang beraktivitas," kata Nathasya saat dihubungi via pesan singkat, Kamis (27/2/2020).

Saat ini, banyak pertokoan yang mulai tutup. Sekolah dan sejumlah perkantoran telah meliburkan siswa dan para pekerja.

Untuk mencukupi kebutuhan harian, kata dia, masyarakat telah banyak menyimpan cadangan makanan seperti beras, telur dan mie instan.

Baca juga: Petugas yang Mandikan Jenazah Pasien Suspect Corona Gunakan Masker hingga Kacamata

"Soalnya kalo keluar rumah kan takut. Atau enggak kita pesan makanan instant food di online yang banyak buat kebutuhan mas," ujar Natshasya yang sudah lebih dari lima tahun tingal di pusat Kota Daegu.

Ia pun berharap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera mengirimkan bantuan, khususnya masker.

Sebab, kata dia, saat ini ketersediaan masker di Daegu mulai menipis.

Pemerintah di sana, sambung Nathasya telah mengarahkan masyarakat untuk membeli masker di kantor Pos dengan pembelian maksimal lima lembar.

"Untuk situasi saat ini yang paling kita butuhkan itu masker, handsanitizer, dan alkohol yang buat semprot virus gitu. Ya semoga saja pemerintah yang ada di Indonesia bisa membantu kami WNI yang ada di Korea Selatan karena situasi di sini semakin parah. Saya ingin pemerintah di Indonesia lebih sigap dan cepat memperhatikan WNI yang ada di Korea. Kalau Pemprov Jabar bisa mengirimkan masker itu akan sangat membantu kami," jelasnya. 

Baca juga: Ridwan Kamil Kirim 10.600 Masker ke Hong Kong dan China, Dana dari Operasional Pribadi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Ramai-ramai Pejabat dan Dewan Kota Bengkulu Sumbang Gaji Perangi Covid-19

Regional
Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Stok Masker Puskesmas Dicuri Sopir Ambulans, oleh Pelaku Dijual di Situs Online Seharga Rp 5 Juta

Regional
Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Regional
Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Regional
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X