Kompas.com - 27/02/2020, 16:01 WIB
Puluhan mahasiswa  dari Aliansi Mahasiswa Adat Welyhata terlibat kericuhan dengan petugas Satpol PP Pemerintah Provinsi Maluku di depan pagar pintu masuk Kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/2/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPuluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Adat Welyhata terlibat kericuhan dengan petugas Satpol PP Pemerintah Provinsi Maluku di depan pagar pintu masuk Kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/2/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Kericuhan antara petugas Satpol PP dan demonstran mewarnai demosntrasi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Adat Welyhata di Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (27/2/2020).

Demonstrasi itu dilakukan untuk memprotes penebangan hutan adat dan penangkapan dua warga Desa Sabuai, Seram Bagian Timur.

Kericuhan pecah setelah keinginan massa bertemu Gubernur Maluku Murad Ismail ditolak petugas Satpol PP yang berjaga di depan gedung.

Baca juga: Seorang Pemuda di Aceh Cabuli Keponakannya di Bawah Umur

Karena ditolak, massa yang didominasi mahasiswa itu langsung menerobos barikade Satpol PP. Aksi saling dorong tak dapat dihindari.

Sekitar 10 menit berjibaku, massa merangsek masuk ke dalam Kantor Gubernur Maluku.

Para mahasiswa bergantian berorasi di Kantor Gubernur Maluku. Mereka meminta Pemerintah Provinsi mencabut izin operasi perusahaan yang beroperasi di hutan adat Desa Sabuai.

Perusahaan itu diduga menebang pohon dan merusak hutan padahal tak mengantongi izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu (IUPHHK).

Demonstran juga mendesak pembebasan dua warga Desa Sabuai yang ditetapkan sebagai tersangka karena memprotes kebaradaan perusahaan itu.

Tak berapa lama berorasi, Kepala Bidang Penanganan Konflik Kesabangpol Maluku Sam Sialana datang menemui demonstran. Tapi, kedatangan Sam tak membuat para mahasiswa tenang.

“Kami ingin Gubernur Maluku yang datang kesini, bukan bapak,” kata Koordinator Aksi Yoshua Ahwalam.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X