Dapat Insentif Pariwisata, Pemprov Bali akan Kumpulkan Seluruh Pemangku Kepentingan

Kompas.com - 26/02/2020, 17:43 WIB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar AntaranewsWakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah pusat memberikan insentif kepada 10 destinasi wisata yang terdampak penyebaran virus corona "covid-19".

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace mengatakan, pemerintah provinsi akan mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata di Bali.

Pertemuan itu akan membahas langkah yang dilakukan untuk memaksimalkan insentif dari pemerintah pusat itu.

"Kita punya pandangan langkah yang sama di dunia pariwisata. Jangan sampai pusat keluarkan banyak kita tak efektif," kata Cok Ace, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Pasca-tewasnya 10 Siswa di Sungai Sempor, BPBD Larang Warga Susur Sungai di Jateng

Berdasarkan keterangan yang diterima Kompas.com dari Dinas Pariwisata Bali, penyebaran virus corona berdampak serius terhadap pariwisata di Pulau Dewata, khususnya penurunan jumlah wisatawan asal China.

Penurunan itu sangat dirasakan pelaku usaha seperti hotel, perjalanan wisata, transportasi, pemandu wisata, dan pengrajin oleh-oleh.

Sebab, turis asal China merupakan wisatawan kedua tertinggi yang mengunjungi Bali, sekitar 18,2 persen dari jumlah total wisatawan mancanegara atau setara 6,3 juta wisatawan. 

Penurunan ini juga berdampak pada penurunan penerimaan pajak hotel dan restoran (PHR) yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/kota di Provinsi Bali.

Untuk itu, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan insentif untuk membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian.

Pertama, pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp 298,5 miliar untuk insentif maskapai penerbangan dan agen perjalanan dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Kedua, untuk wisatawan dalam negeri diberikan insentif sebesar Rp 443,39 miliar dalam bentuk potongan harga sebesar 30 persen untuk 25 persen kursi per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata.

Ketiga, sepuluh destinasi pariwisata yang tersebar di 33 kabupaten/kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen selama enam bulan. Sepuluh destinasi pariwisata tersebut yaitu Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

Baca juga: Kata Rumah Sakit soal Kondisi Kejiwaan Pengendara Rush yang Tabrak Lari Belasan Orang

Sebagai gantinya, pemerintah pusat akan memberikan hibah sebesar Rp 3,3 triliun kepada sepuluh destinasi pariwisata.

Keempat, dalam APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pariwisata sebesar Rp 147 miliar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Regional
Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Regional
Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Regional
Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Regional
Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Regional
Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X