Ribuan Pengungsi Banjir di Karawang Butuh Makanan Balita

Kompas.com - 26/02/2020, 13:18 WIB
Ratusan warga Dusun Pasirjengkol, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang yang mengungsi di areal foodfest Resinda membutuhkan makanan balita. KOMPAS.COM/FARIDARatusan warga Dusun Pasirjengkol, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang yang mengungsi di areal foodfest Resinda membutuhkan makanan balita.

KARAWANG, KOMPAS.com - Warga Dusun Pasirjengkol, Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang mengungsi di area foodfest Resinda membutuhkan makanan balita.

"Butuh makanan balita, pampes, dan makan lain," kata Widaningsih (37) ditemui di lokasi pengungsian, Rabu (26/2/2020).

Selain keperluan balita, kata Wida, para pengungsi juga membutuhkan makanan jadi, selimut, obat-obatan dan pakaian.

Wida menyebut, banjir menerjang kampungnya pada 25 Februari 2020 sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca juga: Tangani Banjir di Karawang, Kapolda Jabar Usul Ini ke Ridwan Kamil

 

Ia dan anggota keluarganya langsung bergegas menerjang banjir menuju pengungsian. Apalagi Wida mempunyai anak balita.

"Di jalan (banjir) seleher kalau di dalam rumah di setinggi dada," katanya.

Wida menyebut Sungai Citarum kerap meluap saat hujan lebat. Hanya saja, menurutnya tahun ini lebih parah. Sudah lima tahun banjir tak separah kali ini.

"Sebelumnya di jalan saja," kata Wida.

Sebagai warga, tentu saja ia berharap daerahnya tak banjir lagi.

Namun ia mengaku pasrah dan tak memutuskan pindah rumah ke tempat yang aman dari banjir lantaran sudah kerasan.

"Ya, bagaimana lagi, kita jalani," ujarnya

Oman (60), ketua RT 001 RW 001, Desa Sukamakmur, menyebut sekitar 350 warganya mengungsi.

Namun ada beberapa warga yang memilih bertahan dengan berbagai alasan, di antaranya mempunyai hewan ternak.

"Sudah dua hari mengungsi. Sampai saat ini belum surut," katanya.

Oman menyebut beberapa bantuan telah datang, namun makanan dan keperluan balita masih dibutuhkan.

Sementara itu, Deny, warga Perum BMI 1 menyebut perumahannya setiap tahun langganan banjir. Namun kali ini dinilai lebih parah ketimbang sebelumnya.

"Biasa banjir, tapi ini lebih parah. Di Blok J dan I bahkan (tinggi air) sampai seleher," kata Dedi, warga Perum BMI 1, Cikampek, Karawang ditemui di rumahnya.

Deny pun berharap pemerintah segera mengeksekusi solusi agar banjir tak lagi terjadi.

Ia ingin ada perbaikan siphon yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya.

"Kalau itu (perbaikan siphon) tepat, gak akan banjir lagi," katanya.

Pada Selasa (25/2/202), Pemkab Karawang menetapkan status tanggap darurat bencana dari sebelumnya siaga.

Baca juga: Banjir Landa 14 Kecamatan, Karawang Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Berdasarkan data Pusdatin BPBD Karawang, sejak 23-25 Februari 2020 banjir terjadi di 53 deaa di 26 kecamatan di Karawang.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 14.808 rumah terendam dan 47.670 warga dari 15.734 KK terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.770 warga mengungsi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X