Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Kompas.com - 26/02/2020, 11:56 WIB
Ilustrasi babi Ilustrasi babi

KUPANG, KOMPAS.com - Jumlah babi yang mati milik warga di Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU), Nusa Tenggara Timur, terus bertambah.

"Data terbaru yang kami terima di Kabupaten TTU, saat ini ternak babi yang mati telah mencapai 440 ekor," ujar Kepala Dinas Peternakan NTT Dany Suhadi saat diwawancarai di Kupang, Rabu (26/2/2020).

Dany mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab ratusan babi itu mati mendadak.

Baca juga: 221 Babi Mati Mendadak di Kota Kupang, Penyebabnya Masih Misteri

Menurut dia, ratusan babi yang mati di Kabupaten Belu sebelumnya sudah positif terkena virus demam babi Afrika, atau African Swine Fever (ASF).

Namun, di Kabupaten TTU, penyebab kematian babi belum diketahui secara pasti.

Saat ini, sampel darah dan organ tubuh babi yang mati di Kabupaten TTU telah dikirim ke Laboratorium Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Terkena Virus Flu Babi Afrika, 574 Babi Mati di Belu

Pengiriman organ tubuh babi itu untuk mengetahui penyebab kematian ratusan babi ternak.

Dany pun minta masyarakat turut membantu pemerintah melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X