Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Kompas.com - 26/02/2020, 10:41 WIB
Tangkapan layar Indeks Kerawanan Politik (IKP) Bawaslu. AntaraTangkapan layar Indeks Kerawanan Politik (IKP) Bawaslu.

KOMPAS.com - Masuk dalam daftar daerah rawan politik saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di tahun 2020, Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, mengaku akan melakukan antisipasi dan kegiatan pencegahan.

"Artinya, Bawaslu dan semua pihak terkait dapat melakukan upaya antisipasi dan kegiatan pencegahan sesuai pemetaan yang ada, agar apa yang menjadi titik kerawanan yang berangkat dari beberapa catatan yang direkam dari pelaksanaan Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019," katanya seperti dilansir dari Antara.

Baca juga: "Saya Tak Sanggup Terima Uang Ini. Niatnya Hanya Menolong"

Sementara itu, menurut Saiful, berdasar Indeks Kerawanan Politik (IKP) yang dikeluarkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Makassar menduduki peringkat tiga setelah Kabupaten Manokwari dan Mamuju.

Menurut Saiful, prinsip dasar pemetaan Bawaslu adalah mengidentifikasi bentuk kerawanan yang terjadi pada pilkada-pilkada sebelumnya.

Seperti diketahui, Pilkada 2020 akan serentak digelar pada 23 September 2020 nanti. Kota Makassar mendapat skor 74,94 persen atau berada pada level 6 IKP. 

Sementara itu, menurut Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI, Mohammad Afifuddin di rilis resminya, menjelaskan, ada empat dimensi besar yang diteliti, yakni konteks sosial dan politik, pemilu yang bebas dan adil, kontestasi dan dimensi partisipasi.

Baca juga: Pengakuan Lengkap Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor, Tak Survei lokasi hingga Pergi ke Bank

Keempat dimensi tersebut dikembangkan lagi menjadi 15 subdimensi, yaitu keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara pemilu, otoritas penyelenggara negara, relasi kuasa di tingkat lokal, hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara.

Selanjutnya, ajudikasi keberatan pemilu, pengawasan pemilu, hak politik, proses pencalonan, kampanye calon, partisipasi pemilih, partisipasi partai politik dan partisipasi publik. Subdimensi tersebut kemudian dipecah lagi dalam 229 indikator.

"IKP adalah alat antisipasi, bukan alat pembenar agar kerawanan itu terjadi. Persepsi ini yang perlu kita samakan," kata Afif, saat pemaparan hasil IKP Pilkada Serentak 2020 di Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan Buruh

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan Buruh

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Regional
Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Regional
Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Regional
Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Abaikan Imbauan Pemerintah, Ribuan Warga di NTT Sambut Kedatangan Penyanyi Liga Dangdut dari Jakarta

Abaikan Imbauan Pemerintah, Ribuan Warga di NTT Sambut Kedatangan Penyanyi Liga Dangdut dari Jakarta

Regional
Tebing 300 Meter di Cianjur Longsor, 3 Hektar Sawah Tergerus, Petani Terancam Gagal Panen

Tebing 300 Meter di Cianjur Longsor, 3 Hektar Sawah Tergerus, Petani Terancam Gagal Panen

Regional
Pengungsi Banjir di Kabupaten Bandung Rawan Terpapar Corona

Pengungsi Banjir di Kabupaten Bandung Rawan Terpapar Corona

Regional
Tawuran Dua Kelompok Pelajar di Karawang, Satu Korban Luka Berat Akibat Dibacok

Tawuran Dua Kelompok Pelajar di Karawang, Satu Korban Luka Berat Akibat Dibacok

Regional
Pulang dari Solo, Seorang Santri di Kendal Positif Covid-19

Pulang dari Solo, Seorang Santri di Kendal Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X