Paksa Adik Kelas Sentuh Kotoran Manusia dengan Lidah, 2 Siswa Senior di NTT Dikeluarkan dari Sekolah

Kompas.com - 26/02/2020, 07:28 WIB
Foto : Suasana setelah rapat bersama antara pihak sekolah dan orangtua siswa di aula Seminari Bunda Segala Bangsa, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Suasana setelah rapat bersama antara pihak sekolah dan orangtua siswa di aula Seminari Bunda Segala Bangsa, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (25/2/2020).

KOMPAS.com - Pimpinan Seminari Maria Bunda Segala Bangsa, di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur ( NTT) telah memberi sanksi tegas kepada dua siswa yang menyentuhkan feses ke mulut siswa lain.

Selain itu, pihak Seminari juga meminta maaf kepada orangtua siswa atas peristiwa tersebut.

"Pihak Seminari telah meminta maaf di hadapan orangtua terkait masalah ini. Dua kakak kelas itu pun dikeluarkan dari Seminari Bunda Segala Bangsa," kata Deodatus dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com.

Selain itu, Dedatus menegaskan, pihak Seminari juga mendampingi para siswa kelas VII untuk pemulihan mental dan menghindari trauma.

Baca juga: 77 Siswa di NTT Dihukum Makan Kotoran Manusia

Sebelumnya, sejumlah orangtua siswa mendatangi pihak sekolah untuk memprotes tindakan tidak terpuji dua siswa senior tersebut.

"Menurut saya, pihak sekolah beri tindakan tegas bagi para pelaku. Yang salah ditindak tegas. Bila perlu dipecat saja," ujar salah satu orang tua siswa, Martinus, Selasa (25/2/2020).

"Saya juga memutuskan untuk pindahkan anak dari sekolah ini. Biar pindah dan mulai dari awal di sekolah lain saja," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tersebut terungkap setelah ada laporan dari murid kepada orangtuanya.

Baca juga: Menahan Tangis, Pembina Pramuka Minta Maaf, Akui Lalai hingga 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai

 

Dari informasi yang diperoleh, salah seorang siswa kelas VII Seminari Bunda Segala Bangsa, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, dalam kasus itu ada sebanyak 77 dari 89 siswa yang disiksa oleh dua orang pendamping.

Kejadian yang terjadi pada Rabu (19/2/2020), tersebut bermula dari salah satu pendamping siswa yang menemukan kotoran manusia dalam kantong di sebuah lemari kosong di asrama.

Setelah itu, oknum siswa senior tersebut memanggil para siswa dan menanyakan siapa yang menyimpan kotoran tersebut.

Karena tidak ada yang mengaku, pendamping itu kemudian menyendok kotoran itu lalu menyentuhkan ke dalam mulut sejumlah siswa.

Sementara itu, menurut salah satu siswa yang menjadi korban, mengaku tak bisa melawan saat mendapat perlakuan dari kakak kelas tersebut.

"Kami terima dan pasrah. Jijik sekali. Tetapi kami tidak bisa melawan," ujar siswa kelas VII yang tak ingin namanya disebut kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi Meninggal Dunia

Regional
Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Viral Chat WhatsApp Warga di Semarang Ingin Menularkan Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

KKB Berulah di Papua, TNI: Itu Cari Perhatian Jelang Sidang Umum PBB

Regional
Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Jembatan di Jalan Lintas Timur Pelalawan Ambles, Kendaraan Dialihkan

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Positif Covid-19

Regional
Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Ini Pengakuan ASN yang Terobos Ruang Isolasi dan Merekam Video

Regional
Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Kasus Corona dari Klaster Kantor Gubernur Jambi Bertambah

Regional
Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Corona di Riau Kembali Catat Rekor Tertinggi

Regional
Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Bersalaman dengan Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi, Oknum ASN: Petugas, Catat Nama Saya

Regional
2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

2 Pedagang Positif Corona, Pasar Terbesar di Kabupaten Tegal Ditutup

Regional
Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Kisah Cinta Koestomo, Urus Istrinya yang Lumpuh 19 Tahun, Terpaksa Tinggalkan Pekerjaan

Regional
Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Kisah Pilu Koestomo Si Tukang Sepatu, Tak Lagi Bekerja karena Merawat Anak dan Istrinya yang Lumpuh

Regional
Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Gowes ke Magelang, Ganjar Disambut Pelaku UKM dengan Antusias

Regional
ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

ASN Terobos Ruang Isolasi dan Salaman dengan Pasien Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Diisolasi

Regional
Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Raih Nilai Tertinggi, Peserta SKB CPNS Ini Jawab Semua Soal dengan Benar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X