Selain Aturan Jam Malam, Mahasiswa Putra dan Putri di Padang Dibatasi Saat Bertamu

Kompas.com - 25/02/2020, 22:36 WIB
Ilustrasi jam analog SIphotographyIlustrasi jam analog

PADANG, KOMPAS.com - Sejumlah aktivis mahasiswa di Padang menolak rencana diberlakukannya jam malam oleh Pemerintah Kota (Pemko)  Padang. 

Salah satu yang menolak adalah para aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Padang, Sumatera Barat (Sumbar). 

Mereka menolak Perda jam malam untuk remaja dan anak sekolah yang akan diberlakukan oleh Pemko Padang tersebut.

Jika diberlakukan jam malam, dikhawatirkan bisa menghambat kegiatan para mahasiswa di Kota Padang.

"Pemberlakuan Perda jam malam di Kota Padang itu perlu dikaji ulang lagi. Sebab bisa menggangu kegiatan aktivis mahasiswa yang kebanyak berlangsung di malam hari dan bahkan sampai dini hari," ujar Ketua Umum HMI Cabang Padang Rahmaddiyan melalui telepon kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

"Pagi sampai sore aktivis mahasiswa tersebut kuliah. Tentunya para aktivis mahasiswa itu hanya bisa berorganisasi di malam hari. Lalu ketika mereka pulang sampai dini hari dan akhirnya kena razia jam malam. Bagaimana nantinya mereka akan berorganisasi?"

Menurutnya, alasan  pemberlakuan jam malam untuk mengurangi kenakalan remaja kurang tepat.

Rahmaddiyan mengatakan sebaiknya Pemko Padang bisa mencari solusi lain tanpa harus memberlakukan jam malam.

"Misalnya membuat program-program atau kegiatan yang positif dan menyita waktu dari para remaja tersebut. Tentunya hal itu akan menghilangkan kenakalan remaja tersebut," paparnya.

Baca juga: Padang Berlakukan Jam Malam bagi Pelajar dan Anak Muda

Batasi aktivitas aktivis mahasiswa

Sementara itu Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP) Meldiya Kismonia juga menolak jam malam diberlakukan di Kota Padang.

Menurutnya, pemberlakuan jam malam membatasi aktivitas aktifitas aktivis mahasiswa.

"Misalnya ada persiapan acara kegiatan sampai malam tidak mungkin ditunda, karena acaranya paginya dimulai. Nah jika diberlakukan jam malam otomatis akan terganggu," paparnya.

Untuk itu Meldiya mengharapkan pemerintah Kota Padang untuk mengkaji ulang perda jam malam tersebut.

"Kami berharap pemerintah Kota Padang mengkaji ulang mengenai aturan tersebut. Jangan sampai kami para aktivis mahasiswa terganggu kegiatannya," ujarnya.

Baca juga: Gempa Hari Ini: M 5,1 Dirasakan Hingga Bukittinggi dan Padang

 

Jam malam untuk tekan kenakalan remaja

Diberitakan sebelumnya Pemerintah Kota Padang akan berlakukan jam malam bagi pelajar dan anak muda di kota ini.

Setelah pukul 23.00 WIB, mereka dilarang keluar rumah kecuali didampingi oleh orang tua.

"Hal ini diberlakukan mengingat ada keresahan masyarakat tentang perilaku remaja saat ini. Banyak aksi balap liar, tawuran, kumpul di jalanan bahkan aksi begal," ucap anggota DPRD Padang Budi Syahrial, Kamis (20/2/2020).

Ia menyatakan pemberlakuan jam malam ini dilakukan setelah DPRD membentuk Pansus untuk Revisi Peraturan daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2005, tentang Ketertiban Umum.

"Revisi sudah selesai, tinggal pengesahan saja," ucap Budi yang juga jadi Ketua Pansus.

Baca juga: Gerebek PSK di Padang, Sekjen Gerindra: Andre Rosiade Dinyatakan Tak Bersalah

Mahasiswa putra dan putri dilarang bertamu dalam satu ruangan

Menurut Budi, diberlakukan jam malam ini sejalan dengan falsafah masyarakat Minangkabau dan program gubernur yaitu kembali kepada Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

"Dalam pelaksanaan kembali kepada ABS-SBK ini, selesai Magrib dilarang ada aktivitas di luar rumah baik orang tua maupun anak. Namun dalam perda ini kenapa jam 11 malam mulai pemberlakuan jam malam, itu menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Sekarang aktivitas siswa maupun mahasiswa bisa sampai siap Magrib karena ada tugas yang mesti mereka selesaikan," kata Budi.

Dalam perda tersebut juga disebutkan, Satpol PP dapat mengamankan pelajar yang keluyuran di atas pukul 23.00 WIB.

"Kami hanya bisa preventif bukan reprensif. Jadi, jika ada yang ngumpul lewat waktu yang diamankan, akan diminta jemput oleh orangtuanya," ujarnya.

Dalam revisi perda ini sendiri tidak hanya membahas tentang jam malam, juga terkait rumah kos, tempat hiburan dan kegiatan pengamanan.

Mengantisipasi terjadinya perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maka waktu untuk bertamu di rumah kos tidak boleh terlalu malam.

Baik mahasiswa putra maupun putri, tidak boleh bertamu di dalam ruangan walau pun pintunya terbuka dan berlangsung di siang hari.

Baca juga: RSUP M Djamil Padang Tunggu Hasil Lab Pasien Diduga Terinfeksi Virus Corona



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X