Alasan PDI-P Baru Usung Satu Calon di Pilkada Sumsel

Kompas.com - 25/02/2020, 19:02 WIB
Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Mindo Sianipar memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PDI Perjuangan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/2/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPerwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Mindo Sianipar memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PDI Perjuangan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/2/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan baru mengumumkan Devi Suhartoni-Inayatullah untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara).

Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan Mindo Sianipar menjelaskan, alasan baru diumumkannya satu nama pasangan calon untuk mengikuti Pilkada di Sumsel tersebut, lantaran usulan yang lambat masuk ke meja DPP.

Sehingga, kata dia, mereka membutuhkan waktu untuk survei dan kajian para calon tersebut.

"Jadi bukan dikarenakan ada hambatan dan tentu kami akan mengeluarkan surat rekomendasi apalagi untuk (calon) petahana," kata Mindo saat menghadiri rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PDI Perjuangan di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (25/2/2020).

Baca juga: PDIP Harap Pemerintah Negosiasi dengan Pemkab Natuna Terkait Tempat Isolasi WNI dari Wuhan

Mindo menerangkan, ada 271 nama yang masuk ke DPP PDI Perjuangan untuk diusung di Pilkada, sehingga mereka membutuhkan waktu untuk mensurvei terlebih dahulu.

"Pendaftaran bakal calon juga masih lama, PDI Perjuangan mengeluarkan rekomendasi (calon) harus hati-hati dan melakukan kajian dulu," ujarnya.

Sementara itu, Ilyas Panji Alam, calon petahana yang kini menjabat sebagai Bupati Ogan Ilir (OI) mengatakan, dirinya telah menyetorkan sejumlah nama sebagai pendampingnya untuk maju, meskipun rekomendasi dari PDI Perjuangan belum keluar.

Ilyas pun diprediksi jika PDI Perjuangan akan kembali berkoalisi bersama Partai Golkar seperti tahun sebelumnya.

Di mana kedua partai itu mendapatkan 15 kursi, dengan rincian Partai Golkar delapan kursi dan PDI Perjuangan tujuh kursi.

"Kami membuka juga peluang untuk bagi partai lain untuk berkoalisi. Jadi, siapa yang mau tentu kami akan ajak bergabung," kata Ilyas.

Baca juga: Jelang Pilwalkot Semarang, Gerindra dan PKS Merapat ke Koalisi PDIP

Senada yang disampaikan oleh calon petahana Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Heri Amalindo.

Dia pun telah menyetorkan sejumlah nama ke PDI Perjuangan untuk maju dalam Pilkada serentak nanti.

"Kita lihat nantilah hasil rekomendasinya," jelas Heri.

Untuk diketahui,tujuh Kabupaten di Sumsel yang akan melaksanakan Pilkada 2020 tersebut yakni, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas (Mura), Musi Rawas Utara (Muratara), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, dan OKU Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X