Gubernur Maluku Kesal Ada Sejumlah Desa 20 Tahun Dipimpin Penjabat

Kompas.com - 25/02/2020, 18:32 WIB
Gubernur Maluku, Murad Ismail saat diwawancarai wartawan di Gedusng Islamic Center Ambon, Selasa (25/2/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYGubernur Maluku, Murad Ismail saat diwawancarai wartawan di Gedusng Islamic Center Ambon, Selasa (25/2/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Gubernur Maluku Murad Ismail mengaku kesal karena ada sejumlah desa di Maluku yang hingga kini belum dipimpin oleh kepala desa definitif.

Beberapa desa di Maluku bahkan sudah 20 tahun lamanya masih dipimpin oleh penjabat kepala desa.

“Masih banyak desa di Maluku yang dipimpin oleh penjabat kepala. Masa ada penjabat desa bertugas 18 sampai 20 tahun,” kata Murad, kepada wartawan, seusai penandatangan MoU soal pengawasan dan pengelolaan dana desa dengan Kapolda Maluku dan Kajati Maluku, di Gedung Islamic Center Ambon, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Gubernur Maluku: Laporan dari Kades, Banyak Pendamping Suka Memeras

Murad mengatakan, banyak desa di Maluku yang masih dipimpin oleh penjabat desa itu merupakan imbas persoalan politik Pilkada.

Menurutnya, selama ini kepala desa di Maluku kerap dijadikan alat politik untuk kepentingan kekuasaan sehingga tak jarang banyak desa yang menjadi korban dan harus dipimpin oleh penjabat kepala desa.

“Jangan kepala desa itu dipakai untuk alat politik, saya enggak mau,” kata dia.

Terkait masalah tersebut, Murad menegaskan akan segera membuat peraturan gubernur untuk mengatur persoalan tersebut sehingga tidak ada lagi desa yang menjadi korban.

Dia pun optimistis dalam enam bulan semua persoalan menyangkut hal tersebut sudah harus selesai.

“Saya kasih waktu 6 bulan bos, saya mau bikin pergub terutama desa-desa adat masa masih ada penjabat yang pimpin desa sampai 20 tahun,” kata dia heran.

Baca juga: Kasus Gizi Buruk, Gubernur Maluku Sebut Tanggung Jawab Bupati

Dia menuturkan, pada 2022 mendatang tidak ada Pilkada serentak dan akan ada penunjukkan pelaksana tugas untuk delapan kabupaten kota di Maluku.

Kesempatan itu, kata Murad, akan dimanfaatkan untuk menyelesaikan seluruh masalah tersebut.

“Tahun 2022 tidak ada pilkada, nanti di 2024, jadi ada delapan kabupaten kota akan saya tunjuk plt bupati wali kota dan itu harus tiga bulan permasalahan desa sudah harus selesai,  kalau tidak selesai, Plt saya ganti yang bagus biar masalahnya selesai,” ungkap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Regional
Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Regional
Hitam Merah Kota Surabaya

Hitam Merah Kota Surabaya

Regional
PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

Regional
Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Regional
Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Regional
Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X