Tak Kuat Menahan Sakit, Bocah 8 Tahun Korban Pencabulan Ayah Tiri Lapor Ibu

Kompas.com - 25/02/2020, 18:17 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Bocah 8 tahun di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, menjadi korban pencabulan oleh ayah tirinya berinisial LS.

Kasus pencabulan itu terungkap setelah bocah tersebut tidak kuat menahan sakit di organ intimnya.

Korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya itu kepada sang ibu.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy mengatakan, setelah mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan oleh suaminya tersebut, lalu sang ibu melaporkannya ke polisi.

Baca juga: Kepala Sekolah Cabuli Siswi sejak SD, Terbongkar Setelah 4 Tahun

Setelah mendapat laporan dan juga sejumlah barang bukti, polisi akhirnya menangkap dan menetapkan LS sebagai tersangka.

Menurut Julkisni, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, korban tersebut dicabuli saat sedang bermain.

Ketika melakukan aksi bejatnya itu, ibu kandung korban diketahui sedang tidak ada di rumah.

“Kejadian pencabulan itu pada tanggal 10 Februari 2020 pekan lalu, jadi korban ini sedang bermain kemudian tersangka memanggilnya masuk ke dalam kamar setelah itu korban dicabuli,” kata Julkisno, kepada Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

Saat kejadian tersebut, lanjut dia, korban sempat meronta karena kesakitan.

Namun, tersangka justru memarahinya dan mengancam akan memukulnya.

 

Tak hanya itu, tersangka juga sempat mengancam korban jika perbuatan yang dilakukan tersebut diberitahukan kepada ibunya.

“Korban ini diancam oleh tersangka mulai saat dia sedang menangis karena dicabuli dan setelah kejadian itu, tersangka mengancam korban tidak boleh memberitahukan kejadian itu kepada ibunya,” ungkap dia.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Tersangka kami jerat dengan Undang-Undang Perlindungan anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” kata dia.

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor : Robertus Belarminus



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 13 Agustus 2020

Regional
Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Gara-gara Rebutan Sebatang Pohon Asam, Kakek Ini Tewas Dibacok Pakai Parang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X