Kronologi Pengedar Narkoba Tewas Ditembak Saat Akan Tikam Polisi

Kompas.com - 25/02/2020, 17:19 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.

KOMPAS.com - Kasat Narkoba Polres Aceh Utara AKP M Daud mengatakan, S (22), warga Desa Banten, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, tewas ditembak karena ingin menikam petugas dengan belati miliknya saat akan ditangkap, Senin (24/2/2020) malam.

Daud menceritakan, awalnya petugas menggerebek pelaku di sebuah gubuk di Desa Banten, Kecamatan Cot Ricek, Kabupaten Aceh Utara.

Saat digerebek, sambungnya, tersangka S yang merupakan pengedar sabu ini menyerang petugas dengan belati.

Baca juga: Mau Tikam Polisi, Pengedar Sabu-sabu Tewas Ditembak

Dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas terarah ke paha kiri tersangka.

“Kami sudah beri tembakan peringatan. Namun pelaku berusaha menikam petugas, sehingga terpaksa ditembak karena mengancam keselamatan petugas,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Gara-gara Uang Parkir, Seorang Juru Parkir di Tempat Hiburan Tewas Ditusuk Pengunjung

Sambungnya, setelah tertembak tersangka sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia di Lhokseumawe.

Namun dalam perjalanan menuju rumah sakit, tersangka menghembuskan nafas terakhirnya.

“Jenazahnya sudah kita serahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Baca juga: 10 Siswa Tewas Saat Susur Sungai, Pembina Pramuka: Semoga Keluarga Korban Bisa Memaafkan Kesalahan Kami

Dalam penggerebekan di lokasi yang sama, polisi menangkap tersangka lainnya I (39), warga Desa Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, Aceh Utara.

Barang bukti yang disita yaitu dua paket sabu seberat 31,94 gram dan dua paket ganja seberat 11,46 gram.

“Tersangka I sudah ditahan untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

(Penulis : Kontributor Lhokseumawe, Masriadi | Editor : Farid Assifa)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang 'Maaf', Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi

Regional
Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Hari Pertama Operasi Zebra Lodaya 2020 di Cianjur, Sasar Warga yang Tak Pakai Masker

Regional
Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Wali Kota Madiun Izinkan SD, SMP dan SMA Gelar KBM Tatap Muka

Regional
Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Libur Panjang, Pemeriksaan Kendaraan di Puncak Akan Diperketat

Regional
Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Sensasi Berkeliling Danau Laut Tawar di Dataran Tinggi Aceh Tengah

Regional
Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Kurang dari 7 Jam, Pembunuh Pedagang Pakaian di Kudus Berhasil Ditangkap

Regional
Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Pengakuan Pemandu Karaoke yang Pingsan Dipukuli Usai Menolak Diantar Pulang Tamu: Kami Baru Kenal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

[POPULER NUSANTARA] Pernikahan Siswi SMP di Lombok | Puluhan Rumah Rusak akibat Gempa M 5,9 Pangandaran

Regional
Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Debat Pilgub Jambi, Walhi Sebut Semua Cagub Beri Karpet Merah untuk Investor Tambang

Regional
Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X