Pasangan Jalur Independen Subagya-Abdi Gagal Maju di Pilkada Mojokerto

Kompas.com - 25/02/2020, 15:48 WIB
Subagya Martasentana (kanan), sosok calon kepala daerah dari jalur perseorangan atau independen, saat menunggu proses penyesuaian data jumlah dengan dokumen pernyataan dukungan, di KPU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (24/2/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍSubagya Martasentana (kanan), sosok calon kepala daerah dari jalur perseorangan atau independen, saat menunggu proses penyesuaian data jumlah dengan dokumen pernyataan dukungan, di KPU Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (24/2/2020).

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 23 September 2020, dipastikan tanpa partisipasi dari calon kepala daerah dari jalur perseorangan atau independen.

Kepastian itu diperoleh setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menyelesaikan pengecekan berkas syarat dukungan minimal yang diserahkan oleh pasangan Subagya Martasentana-Abdi Subhan.

Bakal pasangan calon independen Subagya-Abdi Subhan, menyerahkan berkas dukungan untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto kepada KPU setempat, pada Minggu (23/2/2020) malam lalu.

Baca juga: Maju di Pilkada Mojokerto, Subagya Yakin Lolos Lewat Jalur Independen

Berdasarkan pantauan awal melalui aplikasi pencalonan (Silon), jumlah dukungan untuk pasangan ini sebanyak 63.395 orang.

Karena dianggap memenuhi persyaratan awal, KPU menerima penyerahan berkas dari pasangan Subagya-Abdi.

Sejak Senin (24/2/2020) dini hari hingga pukul 21.30 WIB, KPU melakukan pengecekan data jumlah serta dokumen pendukung dari pasangan tersebut.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Muslim Bukhori mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan, jumlah dukungan untuk pasangan Subagya-Abdi masih jauh dari ketentuan minimal jumlah dukungan untuk calon independen.

Berdasarkan hasil rapat pleno yang digelar usai pengecekan dokumen, pada Senin malam, KPU Kabupaten Mojokerto menyatakan menolak dokumen yang diserahkan oleh bakal calon kepala daerah dari jalur perseorangan, pasangan Subagya-Abdi.

"Berdasarkan hasil pengecekan, dukungan bakal calon perseorangan dinyatakan tidak memenuhi syarat dukungan dan sebaran, sehingga dokumen dukungan bakal calon perseorangan ditolak," kata Muslim, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (25/2/2020).

Muslim menyebut, berdasarkan pengecekan formulir B1 KWK yang merupakan dokumen dukungan asli yang ditempeli KTP atau surat keterangan pemberi dukungan, jumlahnya sebanyak 29.190 dokumen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Awal Mula Kasus Corona di Kanwil BRI Malang dari Karyawan PDP Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X