Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Kompas.com - 25/02/2020, 05:35 WIB
Saya tak ingin anak saya mengalami apa yang saya alami, kata Mahendra. dok BBC IndonesiaSaya tak ingin anak saya mengalami apa yang saya alami, kata Mahendra.
Editor Rachmawati

Dua pamannya yang lain, Ali Gufron alias Mukhlas dan Ali Imron, juga terlibat Bom Bali 1. Ali Gufron dieksekusi bersama dengan Amrozi, sedangkan Ali Imron dijatuhi hukuman seumur hidup karena menyatakan penyesalan.

"Saya sempat enggak mau hormat sama bendera, baru tahun 2017, baru saya bisa sadar setelah momen melihat anaknya tidur," katanya.

Ia kemudian mengontak pamannya, Ali Fauzi, dan berjanji untuk berubah.

Baca juga: Khilaf dan Maaf di Balik Jeruji Pelaku Bom Kedutaan Australia di Nusakambangan

Bersama Ali Fauzi yang memimpin Lingkar Perdamaian--organisasi yang dibentuk untuk program deradikalisasi, termasuk untuk para mantan narapidana terorisme, Hendra juga ikut aktif mengajak anak-anak muda yang disebutnya terpapar radikalisme.

"Teman-teman yang masih (radikal), kita rangkul, kita bareng-bareng… enggak cuma dari napi teroris, tapi juga dari preman-preman kita ajak bekerja, yang penting ada aktivitas, lepas dari pemikiran (radikal)," ceritanya.

"Saya berharap ke negara, kasih kesempatan saya untuk memperbaiki diri, dan teman-teman semua supaya ada aktivitas."

Baca juga: Istri Terpidana Bom Bali Umar Patek Resmi Jadi WNI

Menjemput yang dari penjara

Hendra: Saya tak ingin anak saya bernasib seperti saya, dijauhi orang karena anak pelaku pengeboman. dok BBC Indonesia Hendra: Saya tak ingin anak saya bernasib seperti saya, dijauhi orang karena anak pelaku pengeboman.
Hendra tampak bersemangat ketika bercerita tentang apa yang dilakukannya bersama pamannya, Ali Fauzi, termasuk menjemput narapidana terorisme yang telah dibebaskan.

"Kita ambil teman yang masih di penjara, main cepat-cepatan, kalau enggak gitu diambil sama grupnya yang dulu…. Lepas dari lapas kita ambil. Kita kumpulkan keluhannya apa, pekerjaannya apa, saya mencarikan, sedikit banyak. Saya dan teman-teman yang cari dana," katanya bersemangat kepada Garil, putra korban Bom Bali 1, serta ibunya.

"Ini bukan masalah agama dan pelajaran-pelajaran yang radikal, bukan, tapi aktivitas dan kebutuhan (ekonomi), itu faktor utama."

Baca juga: Istana Tegaskan WNI Teroris Lintas Batas yang Pulang Akan Diadili

Ia menutup ceritanya dan menyatakan harapannya agar jangan sampai ada korban-korban lain, baik dari korban maupun pelaku, seperti yang dia alami.

"Saya sudah berubah…cukup kita yang merasakan, cukup kita yang menjadi korban, dan kita memilih jalan yang lebih baik. Saya terbebani dengan kesalahan bapak saya, saya juga terbebani sebagai korban," tutupnya.

Anak pelaku Bom Bali 1 dan anak korban Bom Bali 1 bertukar cerita--kisah kesulitan yang serupa, termasuk merasakan trauma dan depresi.

"Dulu anaknya tersangka, saya kira, tak separah ini. Ternyata mereka juga mengalami hal yang saya alami. Saya bersyukur Mas Hendra sadar yang dilakukan almarhum bapaknya salah dan tahu ke mana arah yang lebih baik," kata Garil kepada Hendra di akhir pertemuan mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Regional
Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Regional
Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Regional
Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Regional
2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

Regional
Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Regional
Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Regional
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X