APBD 2020 Belum Disahkan, Pilkada Minahasa Selatan Terancam Ditunda

Kompas.com - 24/02/2020, 19:52 WIB
Ilustrasi Pilkada KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi Pilkada

MANADO, KOMPAS.com - Pilkada di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, terancam ditunda.

Sebab, hingga kini APBD Minahasa Selatan 2020 belum juga disahkan.

Belum disahkannya APBD 2020 dikarenakan belum rampungnya alat kelengkapan dewan (AKD) di daerah itu periode 2019-2024.

"Akibatnya, Pilkada Minahasa Selatan terancam ditunda. Dana hibah untuk pilkada mau ambil di mana kalau APBD belum disahkan?" kata Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian. saat diwawancara di kompleks kantor DPRD Sulut, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Resmi, Hanya 1 Paslon Jalur Independen di Pilkada Lamongan 2020

Ia berharap Pemkab dan DPRD Minahasa Selatan memikirkan proses demokrasi.

Namun, jika memang APBD Minahasa Selatan boleh bisa disahkan, pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut harus mengambil alih.

"Itu salah satu solusinya. Karena APBD Minahasa Selatan tidak bisa berjalan, pemerintah povinsi juga harus bertanggung jawab. Karena di sana (Minahasa Selatan), selain pilkada bupati dan wakil bupati, juga menggelar pilgub. Jika tidak, pilgub juga terancam," ujar James.

Menurut dia, sesuai perintah Undang-undang dan PKPU, pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota harus dilaksanakan pada 23 September 2020.

Jadi, Pemprov Sulut harus mengambil alih penganggaran.

Politikus Golkar ini juga mengaku, belum disahkannya APBD Minahasa Selatan juga berdampak pada gaji anggota DPRD.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Dampak PSBB Selama Pandemi, Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Subang Menurun

Regional
Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Saat Pernikahan Anaknya, Ini Penjelasan Kades

Regional
Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Satu Perusahaan Minyak Sawit Ditutup gegara 9 Karyawan Positif Corona

Regional
Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Di Purbalingga, Tak Bermasker Dihukum Kerja Bakti di Kantor Kecamatan

Regional
Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Petugas Perlindungan Anak yang Cabuli Siswi SMP Korban Perkosaan Diduga Kabur

Regional
Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Detik-detik Jembatan Gantung Putus, Warga Sakit yang Ditandu Tewas Usai Jatuh ke Sungai

Regional
Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Ada Klaster Komunitas Senam di Karawang, yang Positif Sudah 7 Orang

Regional
Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Pungutan Sekolah Harus Dikembalikan, Kepsek: Kami Sudah Terlanjur Belikan Seragam untuk Siswa Baru

Regional
Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Pulang Hadiri Wisuda Anak di Makassar, Seorang Guru di Manggarai Barat Positif Covid-19

Regional
Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Es Krim Pengantin Baru dan Maut Bocah 5 Tahun di Pasuruan...

Regional
Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Cemburu Ada Pria Lain, Kakek Aniaya Pacarnya hingga Meninggal

Regional
Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Viral, Video Seorang Ibu Mengamuk di Depan Penghulu Ingin Batalkan Pernikahan Anaknya

Regional
Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Warga Lampung Tewas di Freezer Kapal Cina, Diduga Tergiur Loker Agen Ilegal di Facebook

Regional
Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Pungutan Masuk Sekolah Negeri hingga Jutaan Rupiah, Wali Murid Berharap Bisa Dicicil

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

[POPULER NUSANTARA] Tangis Pengemudi Ojol dan Uang Rp 35.000 | WNI Tewas dalam Freezer di Kapal Berbendera China

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X