Terungkap, Pembunuh Buruh di Makassar dengan Panah Ternyata Bukan Tetangganya

Kompas.com - 24/02/2020, 17:03 WIB
Mawang (merah), pelaku penganiayaan pasutri di Makassar yang diamankan tim resmob Polda Sulsel, Senin (11/2/2020). Dok Humas Polda SulselMawang (merah), pelaku penganiayaan pasutri di Makassar yang diamankan tim resmob Polda Sulsel, Senin (11/2/2020).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kasus kematian Ali Sukri (30), buruh harian di Makassar yang diduga dibunuh oleh tetangganya, Darmawan alias Mawang (36) di Jalan Kemauan (Pamolongan Timur), Kecamatan Makassar, Sabtu (8/2/2020) memunculkan fakta baru. 

Kanit Reskrim Polsek Makassar AKP H Rahman Ronrong mengungkapkan, eksekutor bukanlah, Mawang melainkan Muhammad Irsal alias Ical (27) yang juga keluarga Mawang. 

Ical menyerahkan diri di Mapolsek Makassar, Sabtu (22/2/2020) malam. 

"Ical yang melakukan penganiayaan dengan cara menggunakan busur dan memanah korban sebanyak dua kali yang mengenai dada dan tangan korban (Ali)," kata Rahman saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Duduk Perkara Pria di Makassar Bunuh Tetangga dengan Panah, Rekan di Lapas hingga Hina Istri

Penganiayaan bermula ketika Ical yang baru pulang membeli nasi kuning, melihat Mawang berlari dengan membawa pisau dapur di jalan. 

Saat itu, Ical sempat menanyakan tujuan Mawang. Namun Mawang tidak menjelaskan dan terus berlari.

Ical kemudian membuntuti Mawang, tapi dihalang-halangi oleh istri korban. 

"Begitu istri Ali panggil suaminya bilang 'Ali, lariko naparangika Mawang'. Mawang bersamaan dia (ichal) lari masuk rumah kejar si korban (Ali) ini," ujar Rahman. 

Sebelum memanah korban, Ical melihat perkelahian antara Ali dan Mawang. Saat itu Mawang yang membawa pisau dapur sudah hampir kalah oleh Ali. 

Menyadari pisau Mawang hampir diambil Ali, Ical dari jarak 2 meter dengan korban kemudian melepaskan dua anak panah yang selalu dibawanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Regional
Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Ganjar Soal Konser Dangdut di Tegal: Kebangetan, Apalagi Dilakukan Pemimpin

Regional
Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Kalap, Pria Ini Tusuk Selingkuhan Istrinya dengan Badik hingga Tewas

Regional
Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Cerita Pria yang Dituduh Mencuri, Ditahan dan Disiksa hingga Dihukum Secara Tidak Adil

Regional
TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

TKI Parti Liyani Menang Lawan Bos Bandara Changi, Keluarga: Kami Bersyukur kepada Allah

Regional
Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Fakta Meninggalnya Suami Bupati Bogor, Pengobatan Kanker Terhambat karena Pandemi Covid-19

Regional
Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Bupati dan Wakilnya Sama-sama Ikut Pilkada Rembang, Ini Nomor Urutnya

Regional
Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Sederet Fakta Konser Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

Regional
KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

KontraS Tagih Janji Gubernur Sumut soal Penyelesaian Konflik Agraria

Regional
Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Pertamina Hulu Kaltim Klaster Baru Covid-19 di Balikpapan, 109 Pekerja Positif Corona

Regional
9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

9 Mahasiswa Peserta Aksi Hari Tani Nasional di Makassar Ditahan, Ini Alasan Polisi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

[POPULER NUSANTARA] Polisi Relawan Meninggal karena Corana | Jefri Dibunuh gara-gara Judi Game Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X