Status Meningkat, Universitas Yapis Wamena Jadi Penyangga Pendidikan di Pegunungan Papua

Kompas.com - 24/02/2020, 16:56 WIB
Wamen PUPR John Wempu Wetipo saat menijau bangunan Universitas Yapis Wamena yang menjadi salah satu korban pembakaran dan pengrusakan pada 23 September 2019, Jayawijaya, Papua (05/12/2019) KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIWamen PUPR John Wempu Wetipo saat menijau bangunan Universitas Yapis Wamena yang menjadi salah satu korban pembakaran dan pengrusakan pada 23 September 2019, Jayawijaya, Papua (05/12/2019)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Bangunan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Amal Ilmiah Yapis Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, hangus dibakar saat kerusuhan yang terjadi pada 23 September 2019.

Sebanyak 25 ruangan milik kampus dibakar dan dirusak massa. Lima bulan pascakerusuhan, status STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena naik menjadi universitas.

"Memang itu perjuangan yang sudah lama, kurang lebih 3 tahun. Syukur Alhamdulillah dari STISIP menjadi Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena," kata Ketua Yayasan Yapis di Tanah Papua, Mansur M, di Jayapura, Senin (24/02/2020).

Baca juga: Siswi SD Diperkosa Guru sejak Kelas VI, Pertama di Ruang Kepala Sekolah

Peningkatan status itu membuat peran Universitas Amal Ilmiah kian penting. Apalagi, minimnya lembaga setingkat univesitas atau sekolah tinggi di wilayah itu.

Terlebih, Universitas Amal Ilmiah merupakan lembaga pendidikan yang menjadi titik penyangga bagi 8 kabupaten sekitar.

"Memang Wamena strategis, ada 9 kabupaten yang disanggah, tentu kami siap meningkatkan kualitas SDM di pegunungan tengah dan di sana 85 persen mahasiswa orang asli Papua," kata dia.

Proses pembangunan ulang Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena sedang berjalan dan ditargetkan rampung pada April 2020.

Namun, Mansur maklum jika proses pembangunan universitas itu terlambat dari target.

"Ada hikmahnya juga kampus kena dampak kerusuhan, sekarang sudah mulai dibangun oleh Bidang Cipta Karya Kementerian PUPR," kata Mansur.

Untuk sementara, mahasiswa harus berkuliah di Mall Wamena.

"Mall yang belun jadi di Wamena itu kita kontrak, bupati juga memberikan izin," ucap Mansur.

Menurut dia, hingga kini seluruh dosen yang keluar dari Papua karena kerusuhan belum kembali. Tapi, mereka menyaytakan siap kembali dan mengajar di Wamena.

"Belum semua dosen kembali, sekitar 10 orang. Ada komunikasi dengan mereka, hanya mereka bilang nanti kembali, kita masih trauma, ada di Padang dan di Yogyakarta," ujar Mansur.

Untuk tahun ajaran baru, Mansur memastikan kuota penerimaan mahasiswa akan ditingkatkan.

Baca juga: Sakit Hati, Pria asal Lamongan Sebar Video Mesum bersama Mantan

Begitu juga dengan junlah pengajarnya, ia memastikan Yapis akan mencari dosen baru yang bersedia ditempatkan di Wamena.

"Penerimaan untuk mahasiswa baru justru naik, dulu yang sekitar 900, sekarang 1.100 lebih. Jadi saya pikir itu motivasi kita untuk kelola lebih baik lagi. Total ada 47 dosen, dengan dinaikan status sebagai universitas, kita akan tambah dosen lagi," jelas Mansur.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Regional
Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Regional
Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Regional
Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Regional
Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X