PDI-P Jember Tak Lagi Usung Petahana di Pilkada, Ini Alasannya

Kompas.com - 24/02/2020, 12:24 WIB
Faida saat mengikuti penjaringan Bacalon Bupati Jember di PDIP. Namun dirinya memilih mendaftarkan diri dari jalur independen KOMPAS.com/Dokumentasi DPC PDIP JemberFaida saat mengikuti penjaringan Bacalon Bupati Jember di PDIP. Namun dirinya memilih mendaftarkan diri dari jalur independen

JEMBER, KOMPAS.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Jember, Jawa Timur, menyatakan tidak lagi mendukung Bupati Jember Faida untuk maju dalam Pilkada 2020.

Padahal, Bupati perempuan pertama di Jember tersebut sempat mengikuti penjaringan bakal calon bupati Jember di PDI-P.

Salah satu alasannya, Faida sudah mendaftarkan diri melalui jalur perseorangan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU Jember.

Baca juga: Mendaftar di Detik Akhir, Satu Bacalon Independen Ditolak KPU Jember

Pada Pilkada 2015 lalu, PDIP Jember mengusung Faida-Muqit sebagai calon bupati Jember. Partai tersebut berkoalisi dengan PAN, Nasdem dan Hanura dan menjadi partai pemenan.

“Memilih jalur perseorangan itu artinya tidak butuh partai,” kata Ketua DPC PDIP Jember Arif Wibowo kepada Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Arif menilai, selama ini petahana menunjukkan sikap anti partai.

“Salah satunya ditunjukkan secara terang-terangan tidak menghargai lembaga DPRD Jember,” tutur Arif.

Baca juga: Maju Jalur Independen, Bupati Jember Klaim Dapat 246 Ribu Dukungan

Arif mengatakan, lembaga DPRD berisi anggota dewan yang merupakan perwakilan partai politik dan masyarakat Jember.

“Kalau sudah daftar jalur independen masih butuh partai, itu jaluk penake dewe (seenaknya sendiri),” kata Arif.

Menurut Arif, jika Faida membutuhkan partai, maka dia harus melakukan konsolidasi dan berkoalisi dengan partai politik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X