Kompas.com - 24/02/2020, 10:19 WIB
BPCB Jateng melakukan ekskavasi candi di lahan milik warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dipastikan merupakan sebuah candi. KOMPAS.COM/DOK BPCB JATENGBPCB Jateng melakukan ekskavasi candi di lahan milik warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dipastikan merupakan sebuah candi.

BANJARNEGARA, KOMPAS.com - Struktur bangunan yang ditemukan terpendam di lahan milik warga Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dipastikan merupakan sebuah candi.

Ketua Kelompok Kerja Pemugaran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah sekaligus Koordinator Unit Candi Dieng Eri Budiarto mengatakan, telah melakukan ekskavasi atau penggalian di lokasi sejak Senin (17/2/2020) pekan lalu.

"Sebagian besar sudah kami angkat. Semoga bisa segera kami tindak lanjuti lagi untuk membuka secara keseluruhan karena bentuknya sudah ketemu," kata Eri saat dihubungi, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Gali Septic Tank, Warga Temukan Struktur Bangunan Diduga Candi di Dieng

Eri mengatakan, dari beberapa reruntuhan yang ditemukan menunjukkan beberapa bagian-bagian candi, antara lain penampil, tubuh, dan atap.

Konsentrasi reruntuhan bangunan mengarah ke timur laut.

"Secara analogi sudah terlihat bentuk candi, meskipun masih perlu kajian lebih lanjut untuk merekonstruksi bangunan tersebut," ujar Eri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut, Eri mengatakan, telah berkomunikasi dengan pemilik lahan lokasi ditemukannya candi.

Pasalnya temuan itu berkaitan dengan cagar budaya yang berdasarkan undang-undang harus dilindungi dan dipertahankan.

"Mungkin untuk tahap awal lahan tersebut akan kami sewa dulu selama proses kajian dan penelitian. Selanjutnya mungkin akan dilakukan pembebasan lahan," kata Eri.

Menurut Eri dengan temuan candi tersebut, hingga saat ini terdapat 10 candi di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Sembilan candi lainnya yaitu candi di kompeks Candi Arjuna (Sembadra, Puntadewa, Srikandi, Arjuna, dan Semar), kemudian Candi Setiyaki, Candi Gatotkaca, Candi Dwarawati dan Candi Bima.

Baca juga: Arca Ganesha Terbesar Diangkat dari Kawasan Dieng

Diberitakan sebelumnya, warga menemukan struktur bangunan yang diduga candi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, tepatnya di lahan milik Ali Faozy pada tanggal 17 Januari 2020.

"Awal penemuannya itu kan di lahan milik Mas Alif Faozy pada 17 Januari. Dia rencana mau bikin septic tank, ditemukan struktur bangunan, kedalaman galian hampir 2 meter. Kalau struktur bangunan sekitar 50 sentimeter dari permukaan," kata Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelolaan Obyek Wisata Dieng Aryadi Darwanto saat dihubungi, Senin (20/1/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X