Taman Satwa Ilegal Terbongkar, Dikelola Oknum Mahasiswa, Tiket Masuk Rp 10 Ribu

Kompas.com - 23/02/2020, 15:00 WIB
Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan dari Taman Satwa Kampung Tuhu di  Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. istimewaSejumlah satwa dilindungi yang diamankan dari Taman Satwa Kampung Tuhu di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

KOMPAS.com- Praktik taman satwa ilegal yang mempertontonkan 11 satwa liar dilindungi di Kalimantan Barat terbongkar.

Pemiliknya yang masih mahasiswa berinisial OD (25) ditangkap.

Penangkapan dilakukan oleh SPORC Brigade Bekantan Seksi Wilayah III Balai Gakkum LHK wilayah Kalimantan yang didukung oleh Ditkrimsus Polda Kalbar.

Berikut fakta-fakta terkuaknya kasus taman satwa ilegal yang dirangkum Kompas.com:

Baca juga: Cerita Petugas Pondok Pengayom Satwa, Menjaga Hewan yang Ditelantarkan hingga Temukan Keluarga Baru

11 satwa

Dua ekor buaya yang diamankan dari tangan oknum mahasiswa berinisial OD oleh Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan Barat didukung oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalbar, Sabtu (22/2/2020). (TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto) Dua ekor buaya yang diamankan dari tangan oknum mahasiswa berinisial OD oleh Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan Barat didukung oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalbar, Sabtu (22/2/2020). (TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto)
Praktik taman satwa ilegal tersebut mempertontonkan 11 satwa liar dilindungi kepada masyarakat.

Satwa-satwa tersebut antara lain, seekor beruang madu, dua ekor kukang kalimantan, seekor binturong, 4 buaya muara, seekor landak, seekor tiong emas dan seekor elang bondol.

"Setelah diketahui asal usul kepemilikan satwa dilindungi tersebut didapat secara ilegal, tim kemudian membawa dan mengamankan OD bersama 11 satwa," kata Kepala Seksi Wilayah III Pontianak di Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan.

Setelah pengelolanya yang berinisial OD ditangkap, 1 satwa tersebut dititipkan ke salah satu lembaga konservasi.

Baca juga: Menengok Pemakaman Satwa di Pondok Pengayom Satwa Ragunan

Tiket Rp 10 ribu

Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan di Kantor SPORC, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/2/2020). Dua buaya muara yang diselamatkan tim Panji Petualang dari Kota Singkawang, turut diamankan petugas dari Taman Satwa Kampoeng Tuhu di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sembilan satwa dilindungi lainnya bersama pemilik berinisial OD yang telah ditetapkan sebagai tersangka. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI) Sejumlah satwa dilindungi yang diamankan di Kantor SPORC, Jalan Mayor Alianyang, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/2/2020). Dua buaya muara yang diselamatkan tim Panji Petualang dari Kota Singkawang, turut diamankan petugas dari Taman Satwa Kampoeng Tuhu di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, beserta sembilan satwa dilindungi lainnya bersama pemilik berinisial OD yang telah ditetapkan sebagai tersangka. (TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)
Dibuka sekitar tiga bulan lalu, OD memungut tiket masuk bagi warga yang ingin menyaksikan satwa liar dilindungi.

Satu kali masuk, pengunjung diharuskan membayar Rp 10 ribu per orang untuk bisa menyaksikan berbagai hewan dilindungi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Bupati Bogor Sebut Pemicu Banjir dan Longsor di Kawasan Puncak

Regional
7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

7 Penyusup Demo Mahasiswa di Banjarmasin Dipulangkan Setelah Dijemput Orangtuanya

Regional
Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo di-Rapid Test, Ini Hasilnya

Mahasiswa yang Nyanyikan Lagu Menyinggung Polisi Saat Demo di-Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Viral Video Beruang Madu Hendak Menyebrang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Viral Video Beruang Madu Hendak Menyebrang Jalan Raya Kelok 44 Agam

Regional
Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Kesaksian Mahasiswa soal Suasana Mencekam Saat Demo di Jambi

Regional
Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Libur Panjang, Pemudik Masuk Salatiga Wajib Bawa Surat Rapid Test

Regional
Libur Panjang, Pengelola Objek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Libur Panjang, Pengelola Objek Wisata di Bali Diingatkan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Detik-detik Seorang Pria Tewas Terbentur Gulungan Benang Layangan Milik Bocah SD

Regional
Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Alasan Perlunya Belanja Online Saat Pandemi

Regional
8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

8 ASN Positif Covid-19, Kantor Pemkab Kendal Ditutup

Regional
Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Berfoto dengan Paslon Bupati Menggunakan Simbol, Kepala Desa Jadi Tersangka

Regional
Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Fakta Adik Mantan Wali Kota Tanam 45 Pohon Ganja di Polybag, untuk Penelitian Pupuk Organik dan Konsumsi Pribadi

Regional
Riset I2: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Riset I2: Setahun Jokowi-Ma'ruf, Rapor Kinerja di Media Menuai 76 Catatan

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam 45 Batang Ganja di Polybag untuk Uji Pupuk Racikan

Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam 45 Batang Ganja di Polybag untuk Uji Pupuk Racikan

Regional
Setelah Hampir 2 Tahun, Pembunuh Maria Kawa Terungkap karena Tes DNA

Setelah Hampir 2 Tahun, Pembunuh Maria Kawa Terungkap karena Tes DNA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X