Bercanda di Genangan Air Underpass Kulur, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Kompas.com - 22/02/2020, 21:19 WIB
Kondisi Underpass Kulur yang selalu penuh air ketika musim hujan. KOMPAS.COM/DANI JULIUSKondisi Underpass Kulur yang selalu penuh air ketika musim hujan.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Dua orang pelajar tewas tenggelam di genangan air underpass di Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020).

Kedua pelajar tersebut yakni Riyan Hariyanto (15) asal Sogan 2, Wates dan Tegar Kurohman (15) warga Tawangsari, Pengasih.

Satu korban lagi bernama Ramli Saparudin (15) pelajar asal Bojong Kulur, yang kini dalam keadaan kritis.

Baca juga: Polisi Tetapkan Guru SMP sebagai Tersangka Kasus Susur Sungai di Sleman

"Dua orang yang meninggal, satu dilarikan ke RS," kata Kepala Polsek Temon Kompol Setyo Heri Purnomo, saat dikonfirmasi, Sabtu (22/2/2020).

Underpass Kulur selalu tergenang air saat musim hujan.

Awalnya, ada 7 anak yang berkumpul di pinggir tebing underpass itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain ketiga korban, ada Yoga, Angga, Tiyas dan Fisya.

Para pelajar tersebut berusia antara 15-16 tahun.

Baca juga: Pencarian 2 Korban Hanyut di Sungai Sempor Dihentikan Sementara

Seorang warga bernama Karno asal Kulur menceritakan, anak-anak itu awalnya terlihat saling bercanda di pinggir underpass.

Penampilan mereka tidak menunjukkan sedang ingin berenang atau mandi di genangan air itu.

"Kalau dilihat bajunya lengkap bukan untuk mandi," kata Karno.

Menurut polisi, para remaja tersebut bercanda sampai berlebihan sehingga mengakibatkan dua anak tewas tenggelam.

"Bercanda boleh tapi harus mengingat kemampuan, apakah punya kemampuan menyelamatkan diri atau bisa menyelamatkan orang lain," kata Heri saat dihubungi.

Baca juga: Datangi Korban, Mahfud MD Sampaikan Dukacita Pemerintah atas Tragedi Susur Sungai Sempor

Underpass Kulur sendiri merupakan jalan di bawah jalur ganda kereta api yang masuk wilayah Pedukuhan Pulodadi.

Kendaraan umum ramai melintas di underpass ketika musim kemarau.

Truk, mobil dan motor kerap memilih melintas di underpass ketimbang pelintasan KA yang tak jauh dari sana.

Namun, underpass berubah jadi kolam penuh air pada musim hujan, karena air irigasi memenuhi underpass.

Warga pun menjadikan lokasi itu sebagai tempat wisata dadakan.

Jalan itu dibangun pada 2012, untuk memisahkan pengguna kereta api di atas dan pengguna  jalan umum di bawahnya.

Baca juga: Mahfud MD Minta Sekolah Awasi Ketat Kegiatan Ekstrakurikuler

Underpass tersebut memiliki lebar sekitar 6 meter, tinggi sekitar 4,5 meter, sehingga cukup untuk dilewati 2 kendaraan besar.

Namun, pada musim hujan, dipasang tanda larangan melintas, akibat banjir yang menggenangi underpass.

Kapolsek Heri mengatakan, genangan air di underpass tersebut sangat berbahaya bagi warga.

Saat air penuh, maka ketinggian air bisa mencapai 4 meter.

Genangan air di underpass ini juga pernah menelan korban pada 1,5 tahun yang lalu.

Saat itu, seorang warga lanjut usia pernah tercebur di sana dan meninggal dunia.

"Ini bukan pertama," kata Heri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.