Misteri Matinya Gajah Neneng di Medan Zoo, karena Tua atau karena Sering Ditunggangi?

Kompas.com - 21/02/2020, 11:03 WIB
Proses nekropsi dilakukan tim dokter hewan di Kebun Binatang Medan untuk mencari tahu penyebab utama kematian gajah Neneng yang sudah berusia 55 tahun itu. Gajah neneng ini berasal dari Aceh dan menghuni di Kebun Binatang Medan sejak 15 tahun yang lalu. KOMPAS.COM/DEWANTOROProses nekropsi dilakukan tim dokter hewan di Kebun Binatang Medan untuk mencari tahu penyebab utama kematian gajah Neneng yang sudah berusia 55 tahun itu. Gajah neneng ini berasal dari Aceh dan menghuni di Kebun Binatang Medan sejak 15 tahun yang lalu.

MEDAN, KOMPAS.com - Penyebab matinya gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) bernama Neneng di Kebun Binatang Medan pada Sabtu pagi (25/1/2020) masih menjadi misteri.

Pasalnya, hasil nekropsi gajah betina tersebut sampai sekarang belum diterima oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut).

Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi saat ditemui di Medan, Senin (19/2/2020) mengatakan, pihaknya belum mendapatkan hasil nekropsi (bedah bangkai) gajah Neneng.

Baca juga: Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

 

Namun menurutnya, gajah tersebut mati secara alami, yakni faktor usianya yang sudah tua, yakni 55 tahun.

"Hasil nekropsi  belum saya terima. Tapi kemungkinan besar itu faktor alam, karena tua," katanya sembari menambahkan dengan belum diterimanya hasil nekropsi, pihaknya akan menyurati ke pihak yang menanganinya di Bogor. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Anak Gajah Sumatera di Riau Mati, Diduga Alami Gangguan Pencernaan

Mati karena jadi gajah tunggangan?

Hotmauli menambahkan, dengan kematian gajah Neneng, pihaknya merekomendasikan kepada Medan Zoo agar tidak menjadikan gajah Siti (51), satu-satunya gajah yang tersisa di kebun binatang yang ada di Simalingkar B itu sebagai gajah tunggangan.

"Saya sudah turun me sana, sudah bilang tak boleb ditunggangi dan sepertinya sudah lama tak ditunggangi, hanya dibawa keliling," katanya.

Sebagai gantinya, dia menyarankan, agar tetap ada interaksi dengan pengunjung maka cukup dengan memandikannya saja di kolam yang ada di lokasi.

Baca juga: Gali Parit di Ladang Jagung, Warga Sragen Temukan Fosil Gading Gajah Purba Sepanjang 4 Meter

"Jadi ajak memandikan saja, jadi lebih edukatif dan sekali lagi tidak boleh ditunggangi," tegasnya.

Jika gajah Neneng tetap dijadikan sebagai gajah tunggangan, menurutnya pihaknya akan memberikan sanksi teguran kepada Medan Zoo.

Sanksinya, kata dia, bisa berupa teguran ataupun pencabutan izin Lembaga Konservasi (LK). 

"Tapi kan tidak bisa ujug-ujug. Apapun itu kan kebanggaan Sumut bagaimana bisa menjadi ikon. Tapi kalau keterlaluan ya mau tak mau," katanya.

Baca juga: Bayi Gajah Betina Mati karena Gangguan Pencernaan di Aceh Timur

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.