Pemuda Purworejo Belajar Ciptakan Robot untuk Bantu Ibunya Jualan Telur Dadar Lewat YouTube

Kompas.com - 21/02/2020, 10:43 WIB
Agung Budi Wibowo, pemuda asal Desa Kedung Karang Dalam, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menciptakan sebuah robot mini pembuat telur dadar. Tangkapa layar AntaraTVAgung Budi Wibowo, pemuda asal Desa Kedung Karang Dalam, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menciptakan sebuah robot mini pembuat telur dadar.

KOMPAS.com - Agung Budi Wibowo (18), seorang pemuda asal Desa Kedung Karang dalem Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, belajar secara otodidak tentang robotika.

Berkat ketekunannya, Agung berhasil menciptakan robot mini pembuat telur dadar.

Agung menuturkan, dirinya belajar membuat robot lewat YouTube dan mencari di Google bersama beberapa teman.

"Awalnya saya belajar dari YouTube dan Google tentang cara kerja motor servo, mikro controller, jadi tidak langsung fokus di robot. Kemudian saya coba-coba akhirnya bisa membuat robot dengan bahan dan alat sederhana," katanya, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Cerita Pemuda Lulusan SMK di Purworejo Ciptakan Robot Pembuat Telur Dadar Bantu Ibunya Berjualan

Pemuda lulusan SMK Negeri 1 Purworejo tahun 2019 ini menuturkan, ilmu pembuatan robot belum pernah diterimanya waktu belajar di sekolah, karena jurusan yang ditekuni adalah teknik kendaraan ringan (otomotif).

Agung tertarik membuat robot karena kasihan melihat ibunya, Praptining Utami (55), yang kerepotan saat berjualan telur dadar mini.

Praptining kesulitan menuangkan adonan telur karena memiliki gangguan pada mata.

"Robot ini memang saya buat untuk memudahkan ibu berjualan karena ibu mengalami gangguan penglihatan.  Setiap kali menuangkan adonan telur harus dekat dengan wajan yang panas. Melihat hal itu saya tidak tega," katanya.

Cara kerja robot, yakni lengan-lengan mekanis robot akan mengatur posisi di setiap lubang-lubang cetakan di wajan. Kemudian pompa menyedot adonan telur dan dialirkan ke cetakan lewat selang.

Baca juga: Kalau Belum Ada Robot, Saya Pakai Tangan, Sekarang Tinggal Pencet...

Pemuda yang kini mengajari adik kelasnya di SMK Negeri 1 Purworejo pada ekstrakurikuler robotik ini menjelaskan, untuk membuat robot mini pembuat telur dadar tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 juta.

Untuk membuat robot tersebut memang harus membeli beberapa komponen di luar kota seperti Solo, Yogyakarta, dan Jakarta, karena belum ada di Purworejo.

Menurut dia keberadaan robot tersebut tidak hanya memudahkan ibunya saat berjualan, tetapi juga turut mendongkrak omzet penjualan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X