Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Kompas.com - 20/02/2020, 21:54 WIB
Rio (45) polisi gadungan yang menipu TKI di Singapura saat berada di Polrestabes Palembang, Kamis (20/2/2020). KOMPAS.com/AJI YK PUTRARio (45) polisi gadungan yang menipu TKI di Singapura saat berada di Polrestabes Palembang, Kamis (20/2/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Rio (45), seorang polisi gadungan yang mengaku dari Satuan Intelkam Polda Sumsel ditangkap anggota Propam Polrestabes Palembang usai menipu kekasihnya sendiri Munawaroh.

Aksinya itu diketahui oleh calon mertuanya, Ruminah (54) yang curiga pelaku kerap meminta uang kepada anaknya, sejak tiga tahun belakangan.

"Dia ngakunya polisi Intel Polda Sumsel. Tetapi selalu minta uang kepada anak saya, akhirnya saya cari tahu ternyata dia bukan polisi. Sehingga langsung kami laporkan," kata Ruminah kepada wartawan di Polrestabes Palembang, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Selama berpacaran, kata dia, tersangka meminta uang untuk DP rumah dan motor kepada anaknya dengan modus akan digunakan ketika mereka menikah.

"Saya minta pelaku dihukum setimpal, karena keluarga kami sudah dirugikan,"ujarnya.

Sementara itu, Rio mengaku nekat mengaku sebagai anggota polisi gadungan karena ingin mendapatkan hati Munawaroh.

"Seragam itu saya dapat di pasar. Kalau lagi video call saya pakai biar korban percaya," kata Rio.

Setelah mendapatkan hati Munawaroh, dirinya mulai memanfaatkan korban dengan meminta uang untuk pembayaran DP rumah sampai membeli sepeda motor.

"Sebenarnya rumah itu mau dipakai sendiri. Saya mau menikahi dia, jadi beli rumah itu. Cicilannya juga pacar saya yang bayar," ujarnya.

Baca juga: Peras Warga Rp 25 juta, Polisi Gadungan Berpangkat Aipda Ditangkap

Diberitakan sebelumnya, Rio (45), seorang polisi gadungan yang mengaku dari satuan Intelkam Polda Sumsel ditangkap anggota Propam Polrestabes Palembang usai menipu kekasihnya sendiri Munawaroh.

Kasi Propam Polrestabes Palembang Kompol Dasril Efendi menjelaskan, selama tiga tahun menjalin asmara, tersangka mengaku sebagai anggota polisi yang bertugas di Direktorat Intelkam Polda Sumatera Selatan.

"Tiga tahun pacaran, Munawaroh selalu dimintai uang oleh Rio, mulai dari Dp rumah hingga motor yang nilainya mencapai Rp 30 juta," ujar Dasril.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Keluar Rumah Tak Pakai Masker, 68 Warga Pontianak Langsung Dites Swab

Regional
Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Diperkosa Kakak Kandung hingga Hamil, Remaja 13 Tahun Juga Jadi Korban Perundungan Warga

Regional
Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Pelajar SMP Korban Perkosaan Akan Melahirkan, Keluarga Ingin Cabut Laporan di BK DPRD Gresik

Regional
Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Mengaku Khilaf Saat Diamankan, 10 Pesepeda Perempuan Berbaju Ketat di Banda Aceh Diberi Bimbingan Ustaz

Regional
Ketika Akademi TNI 'Keukeuh' Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Ketika Akademi TNI "Keukeuh" Minta Wali Kota Magelang Pindah Kantor

Regional
Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Cerita Dokter Forensik Bertaruh Nyawa Tangani Jenazah Pasien Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

[POPULER NUSANTARA] Misteri 31 Jam Pendaki Hilang di Gunung Guntur | Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Jeneponto

Regional
PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

PKB Pertimbangkan 3 Nama di Pilkada Sidoarjo, Salah Satunya Putra Saiful Ilah

Regional
'Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri'

"Bapak Pergi Saja, Tak Ada Corona di Sini, Kalau Ada akan Kami Kubur Sendiri"

Regional
Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Terungkap, 240 Polisi di Sumsel Ternyata Gunakan Narkoba

Regional
Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Jepara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Ingin Shalat Idul Adha di Masjid Al-Akbar Surabaya, Calon Jemaah Harus Daftar Online

Regional
'Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter'

"Mereka Tolak Diisolasi karena Anggap Corona Proyek Memperkaya Dokter"

Regional
Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Fakta Kakak Setubuhi Adik Kandung hingga Hamil 4 Bulan, Korban Keguguran

Regional
Fakta Santri Pondok Gontor Positif Covid-19, Tak Bawa Surat Kesehatan hingga Akses Pesantren Ditutup

Fakta Santri Pondok Gontor Positif Covid-19, Tak Bawa Surat Kesehatan hingga Akses Pesantren Ditutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X