Di Bandung, Tukang Pijat Tunanetra Bisa Dipesan via Online

Kompas.com - 20/02/2020, 14:47 WIB
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto (tengah) menghadiri peluncuran aplikasi Lapak Spa Hotel Grand Setiabudi Bandung Kamis (20/2/2020). KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANADirektur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto (tengah) menghadiri peluncuran aplikasi Lapak Spa Hotel Grand Setiabudi Bandung Kamis (20/2/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Untuk memberdayakan penyandang tunanetra pasca perubahan satus dari Panti Sosial Bina Netra, Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna meluncurkan sebuah aplikasi pijat tunanetra.

Aplikasi yang diluncurkan pada Kamis (20/2/2020) di Hotel Grand Setiabudi Bandung ini bernama Lapak Spa.

"Lapak Spa dibuat adalah untuk menjembatani antara pemijat dan pengguna layanan pijat untuk percepatan layanan karena menggunakan teknologi online berbasis internet," kata Kepala Seksi Asmen dan Advokasi Sosial BRSPDSN Wyata Guna Asep Hery Kusuma Wardana kepada Kompas.com, Kamis siang.

Baca juga: Kasus 32 Mahasiswa Tunanetra Tidur di Halte, Akibat Pemprov Jabar Belum Siap

Lebih lanjut Asep menjelaskan, aplikasi tersebut dikelola oleh Rumah Bugar Wyata Guna yang sudah mengeluarkan layanan Pijat Spa sejak tahun 2015 lalu.

Para penyandang tunanetra yang dibina di BRSPDSN Wyata Guna nantinya akan diantar ke konsumen yang memesan layanan pijat via aplikasi Lapak Spa.

"Ini online, panggilan ke rumah," ucapnya.

Asep menambahkan, sistem kerja sama dengan penyandang tunanetra yang diberdayakan dalam aplikasi tersebut adalah bagi hasil.

"(Tarifnya) Rp. 70.000 per jam,  (setor) ke Lapak Spa 10 persen," tuturnya.

Meski demikian, Asep mengatakan pemberdayaan tunanetra di BRSPDSN Wyata Guna tidak hanya menjadi tukang pijat saja.

Menurut dia, ada keahlian lain yang diajarkan kepada penyandang tunanetra selain pijat.

"Ada komputer bicara, barista, musik dan kursus ilmu Al Quran braille," katanya.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Edi Suharto dalam paparannya mengatakan, aplikasi Lapak Spa yang dibuat oleh BRSPDSN Wyata Guna merupakan penerapan yang baik Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah yang mempunyai wewenang untuk melaksanakan rehabilitasi sosial tingkat dasar.

Baca juga: 32 Mahasiswa Tunanetra yang Menginap di Trotoar Akan Dipindah ke Panti di Cimahi

Sementara, Permensos nomor 18 tahun 2018 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis rehabilitasi sosial penyandang disabilitas di Lingkungan Dirjen Rehabilitasi Sosial, turur Edi, mengatur rehabilitasi sosial tingkat lanjut.

"Kami berharap dengan kegiatan ini dapat terjalin hubungan yang harmonis antara Wyata Guna dengan stakeholder-nya untuk bersinergi dan berkolaburasi dalam menjalankan program rehabilitasi sosial demi kemandirian penyandang disabilitas sensorik netra di Indonesia," tandasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Regional
Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Regional
Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Regional
Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Regional
Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X