Kompas.com - 20/02/2020, 06:45 WIB
ilustrasi uang dalam amplop. Thinkstockilustrasi uang dalam amplop.

KUPANG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap seorang pria asal Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, berinisial RDH (39).

Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aipda Anam Nurcahyo, mengatakan, RDH ditangkap karena menipu warga lainnya, dengan mencatut nama Kapolres Rote Ndao.

"Awalnya pada Minggu (16/2/2020) sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku RDH menelpon korban Yakit Yacobis Feoh yang memberitahukan bahwa dirinya dapat membantu korban untuk menyelesaikan permasalahan jual beli tanah yang saat ini ditangani oleh Polres Rote Ndao," ungkap Anam, kepada Kompas.com, Rabu (19/2/2020) malam.

Dalam percakapan tersebut, lanjut Anam, RDH meminta sejumlah uang dengan besaran Rp 10 juta dari korban.

Baca juga: Kasus Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Polisi: Baru 2 Korban yang Melapor

DDH beralasan, uang tersebut akan diberikan untuk Kapolres Rote Ndao, guna melancarkan pengurusan masalah jual beli tanah.

Dengan nada memaksa, kata Anam, pelaku RDH meminta uang tersebut segera diberikan kepada dirinya pada hari itu juga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, karena alasan sakit, korban akhirnya memutuskan sambungan telepon tersebut.

Kemudian, keesokan harinya pada Senin (17/2/2020), sekitar pukul 09.00 Wita, pelaku kembali menelepon korban.

Pelaku mengatakan, apabila uang tersebut tidak segera diantarkan, maka pelaku akan meminta pihak Polres Rote Ndao untuk segera menindak lanjuti masalah jual beli tanah tersebut.

Merasa takut dan terancam, akhirnya korban menyanggupi permintaan tersebut dan meminta waktu agar dapat mengantarkan uang.

Sebelum korban mengantarkan uang kepada pelaku, korban sempat singgah di rumah seorang warga di Dusun Lenaoen, Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, bernama Soleman Bela.

"Korban singgah di rumah warga tersebut tujuan, untuk meminta pertimbangan apakah akan menyerahkan uang tersebut atau tidak," ungkap Anam.

Namun, tak berselang lama pelaku kembali menelepon dan meminta agar korban segera mengantar uang tersebut.

Akhirnya korban langsung menuju rumah pelaku dan menyerahkan uang Rp 10 juta.

Setelah menerima uang itu, pelaku kembali berdalih kalau uang tersebut kurang, sehingga harus ditambah lagi Rp 5 juta.

Selanjutnya, uang Rp 15 juta dimasukkan ke dalam amplop berwarna putih dan dipegang oleh pelaku.

Kemudian, pelaku bersama korban menuju ke rumah jabatan Kapolres Rote Ndao dengan alasan akan menyerahkan uang tersebut langsung kepada Kapolres.

Setibanya di depan rumah jabatan Kapolres, pelaku menyuruh korban untuk membeli rokok di kios.

Korban kemudian bergegas untuk membeli rokok di kios yang tak jauh dari rumah jabatan Kapolres Rote Ndao.

Baca juga: Penipuan CPNS di Kebumen Terbongkar, Korban Rugi Rp 150 Juta hingga Jadi KPK Gadungan

Selanjutnya, pelaku menghampiri korban, sembari mengatakan, uang tersebut telah diserahkan kepada Kapolres Rote Ndao dan meminta agar korban segera pulang.

Karena merasa ditipu, korban lalu mendatangi kantor polisi dan melapor.

"Laporan polisi dengan Nomor: LP/12/II/2020/NTT/Res Rote Ndao tanggal 18 Februari 2020 tentang tindak pidana pemerasan dan atau penipuan," ungkap Anam.

Setelah menerima laporan itu, polisi lalu bergerak cepat dan menangkap pelaku. Saat ini, pelaku telah mendekam di sel Mapolres Rote Ndao.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.