Prihatin Kasus Ayah Siksa Anak Tiri hingga Kaki Melepuh, Masyarakat Perlu Bentuk Komunitas Pemantau

Kompas.com - 19/02/2020, 18:13 WIB
Ilustrasi penyiksaan dan kekerasan TOTO SIHONOIlustrasi penyiksaan dan kekerasan

LAMPUNG, KOMPAS.com - Terungkapnya kasus penyiksaan anak tiri yang dialami IB (6) harus dijadikan momentum kesadaran masyarakat atas kekerasan yang terjadi di lingkup keluarga.

Direktur lembaga advokasi perempuan dan anak Damar Lampung, Sely Fitriyani mengatakan, kasus kekerasan yang menimpa IB adalah sebuah tamparan keras agar masyarakat lebih peduli dan awas.

"Harus ada pusat pencegahan kekerasan berbasis komunitas," kata Sely, Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Anak 6 Tahun yang Disiksa Ayah Tiri hingga Kaki Melepuh Trauma, Takut Dekat Pria Dewasa

Komunitas ini, kata Sely, sangat perlu untuk segera diadakan. Mengingat untuk bisa disebut Kota Laik Anak, harus tidak ada sama sekali kekerasan yang terjadi.

Menurut Sely, komunitas ini mampu memberikan mengoptimalkan perlindungan kepada anak dari kekerasan.

"Ruang lingkupnya lebih kecil dan dekat, misalnya di RT atau desa. Jadi bisa lebih cepat," kata Sely.

Baca juga: Korban Penyiksaan Ayah Tiri: Makasih Pak, Ayah Sudah Dikurung....

Bentuk perlindungan yang bisa dilakukan, diantaranya memberikan pengetahuan dan kesadaran untuk kelompok rentan seperti perempuan, anak dan disabilitas.

"Bisa memantau hingga melaporkan jika terjadi tindak kekerasan di ruang lingkupnya," kata Sely.

Namun, hal yang paling penting bisa dilakukan oleh komunitas ini, kata Sely, adalah memberikan pengetahuan dalam penguatan kapasitas kelompok rentan itu.

"Apa saja hak-hak anak, bagaimana memosisikan diri di dalam keluarga, bagaimana cara bertindak jika kekerasan," kata Sely.

Baca juga: Sering Pukul Anak Tiri Pakai Palu dan Pompa Ban, Tukang Rongsok Diamankan Warga

Diberitakan sebelumnya, bocah berusia enam tahun di Kelurahan Surabaya, Bandar Lampung mengalami penyiksaan oleh ayah tirinya sendiri.

Penyiksaan itu dilakukan pelaku dengan alasan sepele, IB tidak menurut jika disuruh.

Pelaku Wawan menyiksa IB dengan cara memukul kepala menggunakan palu dan pompa ban.

Kaki IB juga direndam di air panas hingga melepuh. Pelaku juga menyundut atas bibir korban menggunakan rokok.

Baca juga: Fakta 2 Ayah Perkosa Anak Tiri di Lampung, Diancam dengan Sajam dan Akan Disantet



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X