Info Penculikan Anak SD di Jember yang Viral Ternyata Salah Paham

Kompas.com - 19/02/2020, 16:32 WIB
Polres Jember saaat mengklarifikasi soal dugaan penculikan anak di Jember KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADIPolres Jember saaat mengklarifikasi soal dugaan penculikan anak di Jember

JEMBER, KOMPAS.com – Polres Jember memanggil H, wali murid SDN Jember Lor I yang diduga hendak menculik anak, Rabu (19/2/2020).

Informasi mengenai percobaan penculikan anak itu menjadi viral di media sosial, hingga meresahkan warga.

Namun, setelah diselidiki, informasi tersebut ternyata muncul akibat kesalahan komunikasi.

“Kami kemarin mendapat informasi viral terjadi percobaan penculikan di SDN Jember Lor I,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qontason saat konferensi pers di Mapolres Jember, Rabu.

Baca juga: Viral Penculikan Anak, Dispendik Jember Batasi Pelajar Keluar Sekolah

Polisi kemudian melakukan tindak lanjut dengan mengambil keterangan dari beberapa saksi  dan melihat kamera CCTV.

Setelah itu, polisi mengundang tiga anak dan orang tuanya yang diduga sebagai korban untuk diminta klarifikasi.

Selain itu, polisi juga memanggil orang yang diduga hendak melakukan penculikan.

“Kami lakukan penjemputan dan menghadirkan ke Polres Jember atas nama H,” kata Jumbo.

Baca juga: Jember Jadi Satu-satunya Kabupaten yang Belum Punya APBD 2020

Ternyata, orang tersebut adalah salah satu wali murid siswa kelas IV SDN Jember Lor 1.

Setelah melakukan klarifikasi pada semua yang terlibat, disimpulkan peristiwa tersebut bukan penculikan anak.

Namun, informasi yang salah karena kesalahpahaman.

“H dekat dengan para pelajar, dia terbiasa menyapa para siswa seperti itu,” kata Jumbo.

Menurut polisi, H tidak melakukan penyekapan seperti informasi yang beredar.

Namun, hanya menyapa dan menepuk pundak para pelajar tersebut.

“Ketiga korban juga membenarkan. Tidak menyekap, tapi hanya disapa. Ditepuk pundak oleh Pak H,” kata dia.

Jumbo mengatakan, saat ini banyak berita hoaks yang beredar tentang penculikan anak di Jember, seperti di Kecamatan Bangsalsari dan Semboro.

“Di Semboro dua hari yang lalu, sudah sangat tidak wajar, di media sosial dibilang dicuri pakai mobil, sedangkan di TKP kendaraan tidak masuk, sehingga kami anggap hoaks,” kata dia.

Jumbo berharap agar masyarakat tidak mudah membagikan berita meresahkan yang belum tentu kebenarannya.

“Jika ada berita itu, klarifikasi kebenaran, jangan asal share,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, dugaan penculikan anak di Jember, viral di media sosial pada Selasa (18/2/2020).

Warga resah dengan peristiwa tersebut, terutama para wali murid.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X