Kuasa Hukum Sunda Empire Akan Gugat Pasal yang Menjerat Kliennya ke MK

Kompas.com - 19/02/2020, 06:57 WIB
Salah satu petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMASalah satu petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi telah menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka.

Ketiga petinggi yang diketahui bernama Perdana Menteri Nasri Bank, Kaisar Raden Ratna Ningrum, dan Sekretaris Jendral Ki Ageng Raden Rangga ini dijerat Pasal 14 dan atau 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Kuasa Hukum Sekretaris Jenderal Ki Ageng Raden Rangga, Erwin Syahrudin, mengatakan bahwa pihaknya akan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pasal yang menjerat kliennya tersebut.

Baca juga: 22 Hari Ditahan, Sekjen Sunda Empire Rangga Sasana Tetap pada Pendiriannya

Erwin menilai, pasal peninggalan kolonial Belanda itu tidak sesuai dengan konsep hukum saat ini. Menurutnya, pasal ini sangat politis.  

"Pasal ini kan yang masih peninggalan kolonial Belanda. Di balik itu punya kepentingan khusus sehingga ketika diuji materi. Jika tidak disesuaikan dengan konsep hukum sekarang, maka nanti akan banyak korban," ucap Erwin.

Menurut Erwin, pasal ini sama seperti halnya yang menjerat Ratna Sarumpaet dengan kebohongannya soal drama babak belur.

Hanya saja pada kasus Sunda Empire, kliennya ini tetap bersikeras dengan pendiriannya.

Apa yang digagas itu, kata Erwin, hanya sebuah teori untuk membangun tatanan dunia dengan visi dan misi berdasarkan hukum alam.

Alasan lain dirinya mengajukan uji materi pasal Pasal 14 dan atau 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946 ke MK, Erwin menyebut agar tidak ada lagi korban lain dari fleksibilitas pasal tersebut.

"Memang alasan lain kita gugat ke MK karena dimungkinkan nanti akan ada Rangga Sasana lain yang istilahnya bisa menjadi korban dari fleksibilitas pasal tersebut, dan awak media pun ketika meliput suatu hal tapi tidak berdasarkan pasal yang ada, ketika berasumsi saja bisa terkena pasal itu, jadi sangat membahayakan," katanya.

lebih lanjut, Erwin mengatakan, berdasarkan penuturan dari penyidik, kasus Sunda Empire ini tidak ada unsur penipuan.

"Tidak ada unsur penipuan atau uang yang ditarik dari anggotanya, jadi di sini pure gagasan yang diciptakan, untuk menciptakan tertib tatanan dunia itu dibuat sejahtera," ujar Erwin.

Baca juga: Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Sekjen Sunda Empire Ki Rangga Sasana

Namun saat ini pihaknya belum mengajukan permohonan uji materi tersebut lantaran masih harus berkoordinasi terkait kesiapan kliennya, sekaligus membutuhkan waktu yang cukup untuk pembuatan naskah permohonan uji materi karena harus melibatkan para ahli.

"Belum, jadi kita masih mengumpulkan beberapa ahli dan lagi proses drafting. Tadi juga kita sudah koordinasi dengan klien kami soal rencana seperti itu sejauh mana kesiapan beliau. Karena kita mau uji materi, harus ada dana yang cukup, disesuaikan dengan dana yang ada," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Regional
16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

16 Petak Toko Pasar Raya Padang Hangus Terbakar

Regional
Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid, Kepala Desa Ini Dikeroyok

Regional
Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Wali Kota Tidore Dibawa ke RSUD Ternate dengan Protokol Covid-19

Regional
Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Minta Maaf atas Arogansi Bripka HI yang Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

3 Orang Ini Sembunyi Dalam Terpal di Mobil Pikap untuk Kelabui Petugas Cek Poin di Malang

Regional
Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Kapolda Jabar Mutasi Polisi Ngamuk karena Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Gubernur Maluku ke Tenaga Medis: Kalian adalah Pahlawan...

Regional
Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Rusli Habibie Minta Gubernur Maluku Utara Bantu Warga Gorontalo Terkatung-katung di Ternate

Regional
Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Polisi Naik Fortuner Adu Mulut dengan Anggota Satlantas, Kesal Ditegur Tak Pakai Masker

Regional
Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Pantai Pasir Padi Babel Ditutup, Pengunjung Diminta Pulang

Regional
Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Naik Fortuner, Oknum Polisi Ini Marah Saat Ditegur Tak Pakai Masker, Kapolda Jabar: Jangan Arogan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X