Bapak yang Bunuh Anak Kandung karena Bisikan Gaib Diperiksa Kejiawaannya

Kompas.com - 18/02/2020, 21:59 WIB
Ilustrasi iStockphotoIlustrasi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan HE (38) terhadap anak kandungnya PH (3) di Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

Berdasarkan keterangan sementara, tersangka membunuh anak kandungnya itu karena mendapat bisikan gaib.

Alasan tersebut sulit diterima akal sehat sehingga polisi memeriksa kejiwaan tersangka ke Rumah Sakit Jiwa (RSH) Tampan.

"Hari ini tersangka kita kirim ke RSJ Tampan untuk dilakukan pemeriksaan secara psikiater, apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak," kata Kapolsek Tampan AKP Juper Lumban Toruan pada wartawan, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Terpengaruh Bisikan Gaib, Ayah Bunuh Anak Kandungnya di Pekanbaru

Tak tanya HE, istri pelaku berinisial JU (37) juga dimintai keterangan untuk mengetahui apakah terlibat dalam kasus pembunuhan anaknya.

Oleh karenanya, pihaknya juga memeriksa kejiwaan JU.

Juper menjelaskan, penyidik hingga saat ini belum mendapatkan keterangan yang jelas dari tersangka.

Pasalnya, saat dilakukan pemeriksaan, tersangka memberikan keterangan yang berbelit-belit dan berubah-ubah.

Bahkan, saat ditanya polisi mengenai penyesalannya membunuh darah dagingnya sendiri, tersangka tidak menjawab.

"Dia hanya senyum-senyum biasa, seolah-olah tidak berbuat salah," kata Juper.

Baca juga: Fakta Sidang Pembunuhan Pupung Sadili, Aulia Kesuma Bohong soal Status Anak hingga Sering Lempar Piring Saat Bertengkar

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka membunuh anaknya karena mendapat bisikan gaib bahwa di dalam tubuh korban ada roh.

Untuk mengusir roh itu, anaknya harus dibunuh dan otomatis roh juga akan mati.

"Penyebab kematian korban karena kehabisan nafas. Karena mulut korban disumpal dengan kertas Al-Quran yang dirobek tersangka. Kemudian kertas Al-Quran dibakar tersangka," kata Juper.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Pilkada Diundur, Bakal Cagub Sumbar Siapkan Dana Ekstra sampai Rp 50 Miliar

Regional
Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X