Dinsos Aceh Telusuri Informasi Balita 2 Tahun Asal Aceh Dijual di Malaysia

Kompas.com - 18/02/2020, 17:48 WIB
Ilustrasi bayi ShutterstockIlustrasi bayi

ACEH UTARA, KOMPAS.com – Dinas Sosial Provinsi Aceh menelusuri informasi bocah berusia dua tahun asal Aceh, Alfi Inayati yang diduga dijual pengasuhnya di Malaysia pada 29 Januari 2020 lalu.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri, kepada Kompas.com, lewat sambungan telepon, menyebutkan dirinya akan menelusuri informasi tentang bocah asal Desa Cot Baroh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen itu.

“Saya telusuri dulu informasinya. Kita itu jalurnya via Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia kalau di luar negeri. Kalau ibunya memiliki dokumen imigrasi yang lengkap, kita bisa mudah menelusurinya, mudah pula melakukan perlindungan dan lain sebagainya,” sebut Alhudri.

Dia menyebutkan, Pemerintah Aceh akan kesulitan mengadvokasi kasus hukum jika warga tersebut bukan pendatang legal di Malaysia.

“Saya akan komunikasi dengan KBRI. Masalahnya, kalau dia pendatang illegal, itu kita akan kesulitan. Jalur advokasi resmi itu ya KBRI. Namun, saya akan coba terus komunikasikan cara terbaik untuk melacak keberadaan bocah itu,” kata Alhudri.

Baca juga: Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Dia mengimbau masyarakat tidak berangkat ke luar negeri dengan jalur illegal.

Pasalnya, selama ini sebagian besar masyarakat Aceh bekerja di Malaysia menggunakan jalur illegal sering disebut jalur tikus ke negeri jiran itu.

Sehingga, jika ada kasus hukum di negeri jiran itu, pemerintah kesulitan mengadvokasinya.

“Kalau pun bekerja ke luar negeri silakan gunakan jalur resmi. Jangan terbujuk oleh orang yang mengaku bisa membawa ke luar negeri, namun sampai di negeri orang kita tak punya perlindungan atau kesulitan saat ada masalah hukum,” pungkasnya.

Baca juga: Pengakuan Siswi SMA Pembuang Bayi: Lakukan Hubungan Terlarang dengan Adik yang Masih SD Saat Ibu ke Sawah

Sebelumnya, putri dari Marsidah (29) itu diduga dijual oleh pengasuhnya Rita, asal Medan, Sumatera Utara. Informasi itu disampaikan Ketua Perkumpulan Masyarkat Aceh di Malaysia, Bukhari.

Saat ini, Bukhari dan teman-temannya terus berupaya mencari keberadaan Rita dan menemukan bayi tersebut.

Bayi itu dititip untuk dijaga karena Marsidah harus bekerja. Belakangan, Rita tak bisa dihubungi.

Bahkan ketika didatangi rumahnya, Rita tidak berada di rumah. Diketahui Rita bersuami warga Bangladesh di Malaysia merupakan pendatang gelap.

“Rita itu tak memiliki paspor atau dokumen keimigrasian. Kami sedang mencari cara agar bisa menemukan Rita,” pungkas Bukhari.

Baca juga: Seorang Bocah Dijual di Malaysia, Ini Langkah Pemerintah Bireuen



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Pekalongan Kerahkan 11 Pompa Sedot Banjir di Empat Kecamatan

Pemkab Pekalongan Kerahkan 11 Pompa Sedot Banjir di Empat Kecamatan

Regional
Perjuangan Sakirin Bertahan Hidup 3 Hari di Jurang, Dievakuasi dengan Tandu Kain Selama 9 Jam

Perjuangan Sakirin Bertahan Hidup 3 Hari di Jurang, Dievakuasi dengan Tandu Kain Selama 9 Jam

Regional
4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X