Pemprov Jabar Sediakan Dana Darurat Bencana Rp 25 Miliar, Siap Digelontorkan

Kompas.com - 18/02/2020, 13:30 WIB
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi bencana di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/1/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANWakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum saat meninjau lokasi bencana di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/1/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama ini telah menyediakan dana darurat bencana untuk membantu seluruh daerah di Jabar yang terdampak sebesar Rp 25 miliar.

Dana itu siap digelontorkan sesuai dengan permintaan masing-masing pemerintah daerah yang selama ini terjadi bencana akibat cuaca buruk mulai dari longsor, banjir, puting beliung dan lainnya.

" Dana darurat bencana di Provinsi sudah tersedia Rp 25 miliar. Sampai sekarang belum habis masih tersedia. Kita cairkan sesuai dengan permintaan daerah yang terdampak bencana. Kalau nanti sudah habis, kita tambah lagi," jelas Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, kepada wartawan di Tasikmalaya, Selasa (18/2/2020).

Baca juga: Wagub Jabar Uu Punya Asrama Pesantren untuk Bina Anak Punk Jadi Santri

Selama ini proses pancairan dana bencana provinsi itu harus atas pengajuan dari tiap daerah yang menyatakan darurat bencana.

Jika daerah tak mengajukan ke provinsi, tentunya anggaran itu tak bisa dicairkan karena harus sesuai ajuan draft peruntukannya.

"Tupoksinya berbeda di Jawa Barat, berbeda dengan Provinsi DKI yang gubernurnya bisa langsung eksekusi karena wali kotanya dipilih oleh gubernur. Kalau di Jabar harus ada ajuan dulu dari daerah, kalau tidak ada, ya tidak bisa dicairkan dana bencana itu," tambah Uu.

Uu menambahkan, Provinsi Jawa Barat selama ini memang tengah fokus terhadap penanganan berbagai bencana akibat cuaca buruk.

Baca juga: Uu Ruzhanul Ulum Optimistis PPP Menang Lagi di Pilkada Tasikmalaya

Bencana akibat cuaca buruk

Apalagi di berbagai daerah Jabar telah terjadi bencana mulai longsor di Garut, banjir dan longsor di Kabupaten Tasikmalaya, serta beberapa daerah lainnya seperti Bogor, Majalengka, Cirebon, Bandung dan Sumedang.

"Kalau pemerintah daerah tak meminta bantuan kepada kami, kami tak akan berikan bantuan," pungkasnya.

Uu pun meminta kepada warga Jawa Barat untuk selalu waspada bencana akibat cuaca buruk terus terjadi di berbagai daerah tiap harinya.

Apalagi kondisi tanah yang labil akibat pergantian musim dari kemarau panjang sebelumnya ke musim penghujan terjadi sejak awal tahun menyebabkan rawan bencana. 

Baca juga: Kelangkaan Bawang Putih, Disperindag Jabar Gelar Operasi Pasar

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Regional
'Social Distancing' Tak Efektif, Jabar Buka Opsi 'Lockdown' Zona Merah Covid-19

"Social Distancing" Tak Efektif, Jabar Buka Opsi "Lockdown" Zona Merah Covid-19

Regional
Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Regional
Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Regional
Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Regional
Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Regional
2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X